BMKG Keluarkan Peringatan Dini Dampak Sirkulasi Eddy
27 Agustus 2019
Gelombang di Pantai Trikora Bintan. BMKG Bandara Hang Nadim Batam memberikan peringatan dini terhadap dampak sirkulasi Eddy yang kini terjadi di Kalimamtan dan Papua. (Foto: Dokumen inilahkepri.com/Andri)
INILAHKEPRI, BATAM - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Kantor Bandara Hang Nadim, Batam,  menyebut  Kepulauan Riau (Kepri) terkena dampak sirkulasi Eddy. Warga diharap waspada terhadap cuaca ekstrem. 

Prakirawan Analisis dan Predeksi Meteorologi Maritim, Ryan Putra mengatakan, terdampaknya Kepri terhadap sirkulasi Eddy yang melanda Kalimantan dan Papua ini terpantau dari satelit peramal cuaca (forecaster).

Terdampaknya sirkulasi Eddy berpengaruh terhadap ketinggian gelombang dan peningkatan intensitas hujan di wilayah Kepulauan Riau. 

"Sirkulasi Eddy juga menyebabkan hujan lebat disertai angin kencang dan petir," ungkap Ryan,  Selasa (27/8/2019).

Terhadap dampak yang dimungkinkan terjadi, BMKG memberikan peringatan terhadap para pelaku dan pengguna jasa translortasi laut untuk waspada. 

Menurut Ryan, secara umum sirkulasi Eddy telah berpengaruh di Natuna dan Anambas. Gelombang di sekitar dua kabupaten di Kepri ini telah mengalami peningkatan hingga 2 meter. 

"Di Laut Cina Selatan bahkan berpotensi lebih dari itu," ungkapnya. 

Demikian di Kabupaten Lingga yang berpotensi meningkat hingga 1,5 meter. (Adi




Berita Terkait
Lihat Semua