Terima SPDP Kasus Bobby Jayanto, Kejari Tunggu Pelimpahan Berkas Untuk Diteliti
27 Agustus 2019
Bobby Jayanto usai menjalani pemeriksaan di Sat Reskrim Polres Tanjungpinang, Senin (24/8/2019). (Foto: Istimewa)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kejaksaan Negeri Tanjungpinang  telah menerima Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (SPDP) dan menunggu pelimpahan berkas diskriminasi ras dan etnis dengan tersangka Bobby Jayanto. 

Telah diterimanya SPDP kasus ini dibenarkan  Kepala Seksi (Kasi) Intel Kejari Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah, Selasa (27/8/2019).

Menurutnya, pihaknya akan melibatkan seluruh jaksa yang ada di Kejari Tanjungpinang untuk segera melakukan penelitian setelah diterimanya berkas perkara dari Penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang. 

"Penelitian dilakukan sehingga berkas perkara dapat dinyatakan lengkap (P21) sehingga bisa disidangkan," ungkap Rizky. 

Dia menegaskan pihaknya akan bersikap objektif dalam melakukan penelitian. 

Dalam SPDP nomor B/080/RES.1.24/VIII/2019 tertanggal 22 Agustus 2019, Bobby Jayanto dijerat  pasal 4 ayat 1 ke 2 junto pasal 16 Undang undang (UU) nomor 40 tahun 2008 tentang Penghapusan Diskriminasi Ras dan diancam hukuman maksimal 5 tahun penjara dan atau denda Rp500 juta.  

Sebagaimana diketahui, Bobby Jayanto yang merupakan Caleg terpilih dan Ketua DPD Partai Nasdem Tanjungpinang ditetapkan sebagai tersangka setelah penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang melakukan serangkaian penyidikan dan gelar perkara. 

Bobby  diduga mengucapkan kata-kata bernada rasis dalam pidatonya pada acara sembahyang keselamatan laut di Pelantar II Tanjungpinang, (8/6/2019) yang kemudian berbuntut dibuatnya tindakan pelaporan oleh sejumlah LSM dan kelompok masyarakat di Tanjungpinang. 

Namun, sebagaimana disampaikan Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali, ada wacana penghentian perkara. Munculnya wacana itu disampaikan Efendri Ali pada Sabtu (24/8/2019), setelah adanya pertemuan antara Bobby Jayanto dengan sejumlah pihak sebagai pelapor, LAM Tanjungpinang, dan sejumlah tokoh masyarakat. Pertemuan di Mapolres Tanjungpinang itu juga dihadiri Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah dan Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi.

Menurut Efendri Ali, wacana penghentian perkara di tingkat kepolisian ini salah satunya dengan alasan untuk menghindari Kegaduhan serta adanya kesepakatan pihak pelapor. Namun Ali menegaskan rencana penghentian baru sebatas wacana karena harus mempertimbangkan berbagai aspek. 

Kendati telah mewacanakan menghentikan perkara, penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang melakukan pemanggilan dan memintai keterangan Bobby Jayanto. 

Bobby diperiksa selama 4 jam pada Senin (26/8/2019).

Menurut Kasi Intel Kejari Tanjungpinang, pihaknya dalam status menunggu pelimpahan berkas perkara pasca diterimanya SPDP. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua