Beralasan Menghindari Kegaduhan, Polres Tanjungpinang Wacanakan Hentikan Kasus Rasis Bobby Jayanto
24 Agustus 2019
Kasat Reskrim Polres Tanjungpinang, AKP Efendri Ali. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kepolisian Resor Tanjungpinang mewacanakan menghentikan kasus rasis menjerat Ketua DPD Partai Nasdem Tanjungpinang Bobby Jayanto. 

Wacana dihentikannya kasus ini setelah dilaksanakannya pertemuan sejumlah pihak di  Mapolres Tanjungpinang, Jumat (23/8/2019). Pertemuan berlangsung selama sekitar 2 jam dimulai pukul 14.00 WIB. Hadir diantaranya Bobby Jayanto, Wakapolda Kepri Brigjen Pol Yan Fitri Halimansyah, Bupati Bintan Apri Sujadi yang disebut sebagai tokoh masyarakat Bintan, Kapolres Tanjungpinnag AKBP Ucok Lasdin Silalahi, serta sejumlah pihak sebagai pelapor. 

Rabu (21/8/2019), Polres Tanjungpinang telah menetapkan Bobby Janyanto sebagai tersangka setelah melaksanakan gelar perkara. 

Kepala Sat Reskrim Polres Tanjungpinang AKP Efendri Ali ditemui Sabtu (24/8/2019) siang mengatakan, dalam pertemuan turut dihadiri perwakilan Lembaga Adat Melayu Tanjungpinang ini, mereka yang hadir menghendaki kasus ini diselesaikan atau dihentikan di tingkat kepolisian. 

"Ending pertemuan menghendaki perkara itu tidak dilanjutkan ke sidang pengadilan. Artinya berhenti di kepolisian," kata Ali memberikan keterangan pers di Sat Reskrim Polres Tanjungpinang. 

Dia mengatakan, wacana dihentikannya kasus ini karena ada kepentingan lebih besar, yakni untuk menghindari kegaduhan. Sejumlah pihak yang melaporkan Bobby Jayanto  ke Polres Tanjungpinang atas pidatonya yang dinilai rasis telah membuat pernyataan yang dibubuhi tandatangan. 

"Hukum pada dasarnya fleksibel.  Untuk kepentingan lebih besar, menghindari kegaduhan. Sebagaimana diketahui  2019 adalah tahun politik, yang bersangkutan (Bobby Jayanto) adalah ketua Partai dan Caleg terpilih, sehingga berkemungkunan diyakini, jika dilanjutkan akan menimbulkan kegaduhan," papar Ali. 

Namun Ali menegaskan hal ini baru sebatas wacana karena proses penghentian perkara dia sebut tidak mudah. Ada mekanisme serta prosedur yang menurutnya harus dijalankan secara benar. 

" Jangan sampai jadi preseden buruk bagi kepolisian, " kata dia. 

Ali mengakui adanya pro dan kontra terkait kasus ini. Tapi dia menegaskan jika wacana menghentikan perkara telah dipikirkan secara matang, sudah melalui pengamatan dan dan membaca situasi yang berkembang di masyarakat. 

Dia juga menegaskan jika sampai hari ini kasus masih berjalan dan Bobby Jayanto masih berstatus tersangka. Pihaknya masih berkemungkinan memanggil Bobby Jayanto. 

"Kasus ini bukan delik aduan, tapi demi hukum bisa dihentikan. Karena apa? Karena apanya ini yang akan didalami," pungkas Ali. 

Efendri Ali menegaskan tidak ada intervensi mengenai wacana penghentian kasus. (Andri
 





Berita Terkait
Lihat Semua