Warga Kampung Baru dan Air Lingka Dapat Potongan Tarif 50 Persen Pemasangan Listrik Baru
22 Agustus 2019
[13:00, 8/22/2019] Andri Mediansyah: Siaaap ketua [13:00, 8/22/2019] Lana: Mesin Ginset yang diberikan Pemerintah Kota Batam jaman Nyat Kadir. Saat ini mesin genset tersebut hanya menjadi besi tua dan sudah lama tidak termanfaatkan sejak mengalami kerusakan. (Foto: Adi)
INILAHKEPRI, BATAM - Tidak saja mendapatkan aliran listrik selama 24 jam dari bright PLN, warga terpelosok Kampung Baru dan Air Lingka, Keluarahan Galang Baru, Galang, Batam, Kepulauan Riau juga mendapatkan potongan 50 persen tarif pemasangan baru.

Buyung Abdul Zalal Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha bright PLN Batam mengatakan, setelah berkoordinasi dengan Pemerintah Provinsi Kepri, akhirnya disetujui potongan harga 50 persen untuk pemasangan baru listrik di kedua daerah teraebut.

"Sesuai apa yang diugkapkan Plt Gubernur Kepri, warga Kampung Baru dan Air Langka diberikan potongan harga untuk pemasangan listrik baru sebesar 50 persen," kata Buyung melalui telepon, Kamis (22/8/2019).

Potongan harga ini diberikan sebagai bentuk pelayanan bright PLN dan Pemerintah Provinsi Kepri kepada masyarakat desa terpencil yang ada di Batam.

Saat ini ada beberapa warga yang kembali melakukan pendaftaran dan melengkapi berkas, dan secepatnya langsung diproses agar bisa dialiri listrik.

"Yang sudah dialiri listrik saat ini yakni kantor lurah dan sebagian rumah warga di Kampung Baru dan Air Langka. Sementara yang baru mendaftar kemarin secepatnya akan dialiri listrik dari bright PLN," jelasnya.

Sabtu (37) Ketua RT 001 RW 005 Air Lingka mengaku, sebelum masuknya listrik dari bright PLN, Air Lingka pernah mendapatkan bantuan listrik dari pemerintah berupa genset.

Namun seiring waktu genset tersebut kurang perawatan dan akhirnya rusak.

"Waktu zaman Pak Nyat Kadir walikotanya, kami sempat dapat bantuan genset, namun karena kurang perawatan ganset tersebut rusak dan tidak lagi bisa dipergunakan," kata Sabtu.

Kampung Air Lingka dan Kampung Baru ini, mulai terhubung dengan Batam sejak tahun 1997, dimana saat itu untuk menuju ke Batam bisa ditempuh dengan jalur darat.

Dan waktu belum ada jalan daratnya, kampung Air Lingka masuk dalam pemerintahan Kota Tanjungpinang.

"Tapi alhamdulillah, saat ini kami tidak perlu khawatir lagi untuk listrik. Karena 24 jam kampung kami sudah dialiri listrik dan menjadi kampung yang terang benderang," jelasnya.

Sebelumnya, sejak kedua daerah ini masuk dalam pemerintahan Batam, yakni tahun 1997 sampai saat ini kedua daerah tersebut belum bisa menikmati listrik dari pemerintah, yakni PLN.

Bahkan untuk mendapatkan penerangan, kedua daerah ini harus merogoh kocek Rp 50 ribu per rumah yang dikeluarkan perminggunya.

Itupun penerangan yang didapat hanya lebih kurang 6 jam, yakni dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB. Dan setelah itu menggunakan lampu teplok atau lampu minyak tanah.

Untuk aliran listrik ke Kampung Baru dan Air Lingka ini, bersumber dari listrik yang ada di pembangkit Panaran.

Dengan menarik jaringan sejauh 60 kilometer, dengan kondisi jaringan utamanya mencapai 12 KM dan 8 KM untuk jaringan yang masuk hingga pelosok desa.

Untuk Kampung Baru dan Air Lingka, nantinya akan ada 280 kepala keluarga (KK) yang akan menikmati layanan listrik dari bright PLN Batam selama 24 jam.

Bahkan sepanjang tahun 2019, tercatat sudah sudah ada 18 kampung atau desa wilayah Barelang Batam yang telah dialiri listrik dengan jangkauan panjang jaringan listrik mencapai 50,22 Kilometer

Dimana aliran listrik tersebut bersumber dari pembangkit di Panaran dengan total investasi mencapai Rp 17,53 miliar. (Adi)





Berita Terkait
Lihat Semua