Setelah 20 Tahun, Kampung Baru dan Air Lingka GalangTerang Benderang
21 Agustus 2019
Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Kepri Isdianto menyalakan saklar di salah satu rumah warga di Kampung Baru, Galang, Batam, Selasa (20/8/2019). (Foto: Adi)
INILAHKEPRI, BATAM - Dua daerah terpencil yang ada di Kelurahan Galang Baru, Kecamatan Galang, Batam, Kepulauan Riau, yakni Kampung Baru dan Air Lingka akhirnya terang benderang, Selasa (20/8/2019) sore kemarin.

Pasalnya sejak kedua daerah ini masuk dalam pemerintahan Batam, yakni tahun 1997 sampai saat ini kedua daerah tersebut belum bisa menikmati listrik dari pemerintah, yakni PLN.

Bahkan untuk mendapatkan penerangan, kedua daerah ini harus merogoh kocok sebesar Rp50 ribu per rumah yang dikeluarkan perminggunya.

Itupun penerangan yang didapat hanya lebih kurang 6 jam, yakni dari pukul 18.00 WIB hingga pukul 00.00 WIB. Dan setelah itu menggunakan lampu teplok atau lampu minyak tanah.

Sabtu (37) Ketua RT 001 RW 005 Air Lingka ditemui disela-sela peresmian listrik desa mengaku sangat bersyukur sekali dengan masuknya jaringan listrik dari Bright PLN ini.

Sebab selain kini kampungnya yang sudah terang benderang, uang yang dikeluarkan untuk peneranga juga terbilang lebih hemat.

"Alhamdulillah, akhirnya apa yang kami harapkan untuk penerangan, terjawab sudah," kata Sabtu.

Meski dulunya hanya bisa menikmati 6 jam, saat ini dirinya dan warga Air Lingka serta warga Kampung Baru bisa menikmati listrik selama 24 jam full.

Dengan penerangan ini, Sabtu mengaku mereka kini bisa mencari tambahan lain, setidaknya bisa melakukan pengelolaan tangkapan ikan sendiri.

Karena kini mereka bisa membuat es batu tanpa harus membelinya kearah kota yang memakan waktu hingga 1 sampai 2 jaman.

Selain itu anak-anak mereka, sambung  Sabtu, malam harinya bisa belajar dengan normal, tidak seperti kemarin-kemarin yang belajar malam harinya hanya dengan bantuan penerangan lampu minyak tanah.

"Kadang sedih juga lihat anak-anak kami yang dapat tugas dari gurunya, namun mengerjakannya harus di laptop. Kini dengan adanya listrik 24 jam, saya yakin anak-anak kami akan semakin giat belajarnya," ungkapnya.

"Ya bisa dikatakan sekrang kehidupan kami warga Air Lingka dan Kampung Baru sudah normal," katanya menambahkan.

Sementara itu, Buyung Abdul Zalal Direktur Bisnis dan Pengembangan Usaha bright PLN Batam usai melakukan pengoperasian listrik desa mengatakan program listrik pedesaan yang diresmikan hari ini merupakan desa terakhir dari beberapa desa-desa terpencil yang telah dialiri listik oleh bright PLN Batam.

Untuk aliran listrik ke Kampung Baru dan Air Lingka ini, bersumber dari listrik yang ada di pembangkit Panaran.

Dengan menarik jaringan sejauh 60 kilometer, dengan kondisi jaringan utamanya mencapai 12 KM dan 8 KM untuk jaringan yang masuk hingga pelosok desa.

Untuk Kampung Baru dan Air Lingka, nantinya akan ada 280 kepala keluarga (KK) yang akan menikmati layanan listrik dari bright PLN Batam selama 24 jam.

"Setelah dua desa ini teraliri, maka tugas bright PLN Batam dalam memberikan penerangan ke daerah-daerah pelosok di Batam sudah selesai, kalaupun ada di pulau-pulau, itu tugasnya PLN Kanwil Riau," jelasnya.

Buyung mengatakan sepanjang tahun 2019, tercatat sudah sudah ada 18 kampung atau desa wilayah Barelang Batam yang telah dialiri listrik dengan jangkauan panjang jaringan listrik mencapai 50,22 Kilometer

Dimana aliran listrik tersebut bersumber dari pembangkit di Panaran dengan total investasi mencapai Rp 17,53 miliar.

Plt Gubernur Kepri Isdianto mengatakan untuk daerah pulau-pulau yang ada di Kepri secepatnya akan diberikan penerangan.

Kalaupun belum bisa melalui jaringan listrik PLN, setidaknya masyarakat pulau bisa menikmati penerangan dari bantuan genset yang diberikan Pemprov Kepri.

"Setiap tahunnya kami selalu berikan bantuan genset untuk warga pulau yang memang belum tealiri listrik PLN, dan kedepan akan terus kami upayakan bagaimana caranya pulau-pulau terdepan yang ada di Kepri bisa menikmati listrik PLN," ungkapnya. (Adi)




Berita Terkait
Lihat Semua