BPOM Sita Ribuan Kosmetik Ilegal di 2 Pusat Perbelanjaan di Batam
16 Agustus 2019
Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan (kiri) memberikan keterangan pers terkait penyitaan ribuan kosmetik ilegal di Kota Batam, Jumat (16/8/2019). (Foto: Adi)
INILAHKERI, BATAM - Balai Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) perwakilan Kepulauan Riau (Kepri) menyita ribuan kosmetik ilegal dari pusat perbelanjaan Plaza Avava dan Plaza Botania I, Batam.

Total kosmetik ilegal yang disita terdiri dari 147dan 8432 pcs kosmetik ilegal yang ada disita dari 22 toko di dua pusat perbelanjaan tersebut.

Kepala BPOM Kepri Yosef Dwi Irwan menjelaskan, razia tersebut dilakukan serentak di seluruh Indonesia, melaksanakan penertiban pasar dalam negeri dari kosmetik ilegal.

Menurutnya, dari kegiatan terseut, didapati adanya 125 item dengan jumlah 8.380 pcs diantaranya  merupakan kosmetik tanpa izin edar, 16 item dengan jumlah 46 pcs obat tradisional tanpa izin edar, 3 item dengan jumlah 3 pcs  obat tanpa izin edar, serta 3 item dengan jumlah 3 pcs suplemen kesehatan tanpa izin edar.

"Dari jumlah 147 item atau 8.432 pcs kosmetik ilegal yang diamankan, nilai ekonominya mencapai Rp 168,6 juta rupiah," kata Yosef, Jumat (16/8/2019).

Yosef mengaku kegiatan ini akan tetap terus berlanjut. Tidak hanya di ritel-ritel modern, tapi juga di pasar tradisional.

Yosef mengaku terkejut mendapati kosmetik ilegal tanpa izin edar justru didapati di pusat perbelanjaan modern.

"Kami belum mengetahui asalnya," kata dia.

Meskipun label yang tertera di kotak tersebut kebanyakan dari luar negeri, namun Yosef menyebut jika tidak menutup kemungkinan diproduksi di Batam.

"Staf BPOM Kepri masih melakukan pengembangan untuk memastikan asal muasal kosmetik dan obat ilegal serta tanpa izin edar ini," pungkas Yosef. (Adi)





Berita Terkait
Lihat Semua