TNI AL Gagalkan Penyeludupan Baby Lobster Senilai Rp1,3 M ke Singapura
12 Agustus 2019
Komandan Lantamal IV Laksamana Pertama Arsyad Abdullah memberikan keterangan pers di Lanal Batam, Senin (12/8/2019). (Foto: Adi)
INILAHKEPRI, BATAM - Tim Satgasgab F1QR Koarmada I berhasil menggagalkan upaya penyelundupan baby lobster senilai Rp13,8 miliar. Baby lobster berbagai jenis itu akan diselundupkan dari Batam ke Singapura, Minggu (11/8/2019).

Komandan Pangkalan Utama TNI AL (Lantamal) IV, Laksamana Pertama Arsyad Abdullah menjelaskan, baby lobster diamanakn dari sebuah speedboat tanpa nama pada Koordinat 0° 54' 50.7816" U - 103° 44' 51.9684" T, Perairan utara Pulau Sugi, Batam.

Aksi penyelundupan digagalkan setelah Tim Satgasgab F1QR Koarmada I yang terdiri dari Guskamla Koarmada I, Lantamal IV dan Lanal Batam berhasil mencegat speedboat yang melaju dengan kecepatan sekitar 59 knot.

Sebelumnya, Tim Satgasgab Koarmada I terleih dahulu melakukan ppengejaran dari Pulau Moro hingga Tanjung Semokol Perairan Sugi.

"Keberhasilan ini bukan pertama kalinya, melaikan sudah kesekian kalinya," kata Arsyad saat meberikan keterangan pers di Lanal Batam.

Tiga pria diamankan, masing-masing berinisial L,H, dan M. Petugas juga mengamankan baby lobster dalam 15 kotak pendingin sterofoam, terdiri dari 14 box sterefoam berisikan 473 kantong baby lobster jenis pasir berjumlah 89.804 ekor dan  1 box sterefoam berisikan 20 kantong jenis mutiara berjumlah 1.826 ekor.

"Total keseluruhannya 91.630 ekor baby lobster jenis pasir dan mutiara," jelas Arsyad.

Sementara untuk estimasi kerugian negara, Arsyad mengaku jika jenis Baby Lobster Pasir 1 ekor dihargai senilai Rp 150.000, maka nilainya mencapai Rp 14,4 miliar untuk jumlah 89.804 ekor baby lobster jenis pasir.

Sedangkan untuk jenis mutiara bisa mencapai Rp 365.200.000 karena untuk jenis mutiara pasarannya mencapai Rp 200.000 per ekornya.

"Jadi jumlah total estimasi penyelamatan baby lobster seluruhnya nilainya mencapai Rp 13.8 miliar," paparnya.

Baby lobster itu telah diserahkan ke Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) untuk dilaksanakan pencacahan dan pelepas liaran. (Adi)




Berita Terkait
Lihat Semua