Diduga Hirup Gas Beracun, Djohan Wafat Setelah Lemas di Dalam Sumur
12 Agustus 2019
Petugas dari Kantor SAR Tanjungpinang dibantu warga mengevaluasi tubuh Djohan dan Triyono yang lemas diduga menghirup gas beracun di dalam sumur milik warga di Perumahan Citra Pelita, Jalan Hanjoyo Putro, Batu 8, Tanjungpinang, Senin (12/8/2019). (Foto: IST/ Humas SAR Tanjungpinang)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Nahas dialami Djohan (48). Warga Perumahan Citra Pelita I Kelurahan Batu IX Kecamatan Tanjungpinang ini wafat diduga menghirup gas beracun di sumur yang akan dikuras, Senin (12/8/2019).

Djohan wafat di Rumah Sakit Umum Raja Ahmad Thabib, Tanjungpinang. 

Informasi diperoleh, pagi sekitar pukul 08.00 WIB, Djohan melakukan pekerjaan menguras sumur milik warga setempat. Tak seberapa lama di dalam sumur, tiba-tiba tubuhnya lemas. 

Dia berteriak minta tolong. Teriakannya didengar Triyono (48) yang kemudian segera mendatangi asal suara. 

Di dalam sumur, Triyono melihat tubuh Djohan lunglai di dasar sumur dengan kedalaman sekitar 9 meter. Triyono lantas berinisiatif menolong. 

Tanpa menggunakan alat pengaman, ia kemudian segera masuk ke dalam sumur. Tapi malang tak dapat ditolak. Di dalam sumur, seketika tubuh Triyono juga mendadak lemas. Diduga saat itu dia juga menghirup gas beracun yang ada di dalam sumur. 

Triyono berteriak. Tak lama, warga sekitar datang. Sebagian besar warga takut masuk ke dalam. Salah seorang warga bernama Edi kemudian berinisiatif mengambil kilas angin, menyalakannya, dan kemudian mengarahkannya ke dalam. 

"Supaya ada sirkulasi udara," sebut Edi. 

Tak lama kemudian, petugas Kantor SAR Tanjungpinang datang dan mengevaluasi keduanya. Yang pertama diangkat adalah Triyono, lalu kemudian Djohan. 

Tapi tak lama berselang Djohan pingsan. 

Keduanya lantas segera dilarikan ke RSUP Raja Akhmat Thabib. Mereka diberikan tindakan medis. 

Tapi malang bagi Djohan. Diduga terlalu banyak menghirup gas beracun, ia menghembuskan napas terakhirnya sekitar pukul 09.55 WIB. 

Wafatnya Djohan dibenarkan Mu'min, Kapal Kantor SAR Tanjungpinang. 

"Diduga korban kekurangan oksigen," ujar Mu'min. (Andri





Berita Terkait
Lihat Semua