BPJSTK Optimis Bisa Lindungi 33 Ribu Pekerja Bukan Penerima Upah
09 Agustus 2019
Pedagang kaki lima merupakan salah satu pekerja bukan penerima upah (BPU). BPJSTK Cabang Batam Nagoya optimis bisa melindungi 33 ribu BPU. (Foto: Dokumen inilahkepri.com/Andri)
INILAHKEPRI, BATAM - Badan Pelaksana Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJSTK) Cabang Batam Nagoya optimis bisa mencapai target perlindungan terhadap 33 ribu pekerja informal atau pekerja Bukan Penerima Upah (BPU) di tahun 2019 ini.

Pasalnya sampai saat ini jumlah kepesertaan BPU kian beetambah dan saat ini sudah mencapai 21 ribu pekerja informal.

Kepala Bidang Kepesertaan Program Khusus BPJSTK Batam Nagoya Said Ahmad Fuad mengatakan pihaknya terus berupaya meningkatkan jumlah peserta BPU.

Bahkan untuk mensukseskan itu, pihaknya terus melakukan sosialisasi program BPJS Ketenagakerjaan dan keberlanjutan pembayaran iuran KPM PKH Kepada pendamping PKH.

"Target kami tahun ini bisa mengajak 33 ribu pekerja informal bergabung sebagai peserta BPJSTK tahun ini," kata Fuad, di Hotel Harmoni One, Batam Centre.

Dirinya yakin target tersebut tercapai, mengingat saat ini kantor BPJSTK Batam Nagoya sudah melindungi 21 ribu pekerja informal untuk bergabung ke BPJSTK. 

Meski menurutnya angka tersebut masih jauh dari total jumlah pekerja informal di Kota Batam, tapi sosialisasi secara berkelanjutan akan memenuhi target.

"Pekerja informal yang terlindungi masih minim, karenanya kita terus memberikan sosialisasi," jelasnya.

Sementara dari sektor formal atau PU, lanjutnya, pencapaiannya lumayan tinggi, atau pada kisaran 300 ribu lebih.

Namun demikian, menurutnya tantangan terbesarnya ada pada pekerja informal, karena mereka rentang kecelakaan tetapi tidak dilindungi sejak awal bekerja.

Untuk pekerja informal, dengan membayar Rp16.000 sekian maka mereka berhak mendapatkan manfaat program BPJSTK, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JK), dan Jaminan Hari Tua (JHT). (Adi)





Berita Terkait
Lihat Semua