Tujuh Bulan Masa Pelarian Pemangkas Rambut Berakhir di Jeruji Besi
09 Agustus 2019
Kaprison alias Eka (tengah) kini mendekam di balik jeruji besi Polsek Tanjungpinang Timur. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Terpancing Perangkap Polisi, Karpison alias Eka (37), pria yang bekerja sebagai pemangkas rambut yang mencuri empat unit laptop di Quran Center, Tanjungpinang, akhirnya berhasil dibekuk.

Dia ditangkap polisi di Jalan Pramuka, Tanjungpinang, Rabu (7/8/2019). Lima bulan dia diburu setelah selama itu melarikan diri ke Jambi.

"Tersangka datang kembali ke Tanjungpinang setelah kami pancing," kata Kepala Unit Reskrim Polsek Tanjungpinang Timur, Iptu Ardian, Jumat (9/8/2019) siang tadi.

Ardian menjelaskan, aksi pencurian dilakukan Karpison ini berlangsung 19 Februari 2019 lalu. Tersangka memanfaatkan momen ketika pengurus Quran Center yang terletak di Komplek Bintan Center, km 9 Tanjungpinang ini pergi untuk salat subuh.

"Kejadiannya subuh. Waktu itu tersangka langsung masuk lewat pintu belakang yang tidak terkunci. Dia (tersangka) kami duga memang sudah mengincar tempat itu," kata Ardian lagi.

Di dalam Quran Center, Kaprison kemudian megambil empat unit laptop yang berada di ruang berbeda. Dua unit di lantai bawah, dan dua unit lagi di lantai atas.

Oleh Kaprison, laptop itu kemudian dia sembunyikan di belakang kedai tak jauh dari Quran Center. Rencananya dia akan mengambilnya saat sore hari. 

Tapi rencananya itu gagal karena dia takut setelah mengetahui ada sejumlah polisi dari Polsek Tanjungpinang Timur yang berpatroli di kawasan tersebut.

"Dia sempat kami kejar, tapi berhasil kabur. Setelah menerima laporan dari pengurus Quran Center, kami memang mengintai adanya orang yang mencurigakan," ujar Ardian.

Lolos dari kejaran polisi, Kaprison yang bekerja sebagai tukang pangkas rambut di Tanjunguban ini bersembunyi selama seminggu di Tanjungpinang, dan kemudian kabur ke Jambi.

"Kami sudah mengetahui identitasnya, sehingga kami mencari cara memancingnya datang kembali ke Tanjungpinang. Nah, saat di Tanjungpinang inilah dia kami tangkap," papar Ardian.

Mencuri Untuk Bayar Utang

Di Mapolsek Tanjungpinang Timur, Kaprison yang rupanya pernah mencuri hand phone milik penghuni kos-kosan di Batu 8 Atas Tanjungpinang ini mengakui perbuatannya.

Menurut bapak seorang anak ini, aksi itu dia lakukan karena terdesak uang untuk membayar utang Rp1 juta kepada temannya. 

"Saya khilaf," katanya.

Kaprison menyebut memilih Quran Center sebagai sasaran aksi malingnya karena tidak ada pilihan. 

"Saya terdesak uang. Begitu saya liat pintu belakang terbuka, saya langsung masuk," ucap Kaprison yang mengaku pernah bekerja di pangkas rambut tak jauh dari Quran Center. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua