Produksi Industri Manufaktur di Kepri Bertumbuh 2,55 Persen
03 Agustus 2019
Pabrik di kawasan Punggur, Batam. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar sedang triwulan II-2019 di provinsi ini tumbuh positif sebesar 2,55 persen dibandingkan Triwulan sebelumnya. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kepulauan Riau, pertumbuhan produksi industri manufaktur besar sedang triwulan II-2019 di provinsi ini tumbuh positif sebesar 2,55 persen dibandingkan Triwulan sebelumnya. 

Kepala BPS Kepri, Zulkifli, di Tanjungpinang, Jumat (2/8/2019) mengatakan, capaian ini berada di atas pertumbuhan nasional yang kontraksi (tumbuh negatif) sebesar 1,91 persen.

Ditinjau secara tahunan (year on year / y on y), pada triwulan II-2019 terjadi kenaikan produksi sebesar 9,46 persen dibandingkan triwulan II-2018. 

Capaian pertumbuhan ini juga berada di atas pertumbuhan secara nasional yang tumbuh positif sebesar 3,62 persen.

Zulkifli menjelaskan, jenis-jenis industri yang termasuk tiga besar pertumbuhan tertinggi pada triwulan II-2019 (q to q) adalah industri barang logam, bukan mesin dan peralatannya 77,37 persen, industri alat angkutan lainnya naik sebesar 23,56 persen dan industri makanan naik sebesar 6,31 persen.

Sementara itu, industri yang mengalami penurunan terbesar pada triwulan II-2019 (q toq) adalah industri jertas dan barang dari kertas turun sebesar 26,87 persen dan industri karet, barang dari karet dan plastik turun sebesar 26,24 persen serta industri bahan kimia dan barang dari bahan kimia yang turun sebesar 10,27 persen.

Zulkifli mengungkapkan, sektor industri manufaktur sangat berperan penting dalam perekonomian nasional.

Terbukti dari kontribusi sektor ini yang memberikan nilai tambah cukup dominan diantara sektor ekonomi lainnya. 

Pada tahun 2018, kata dia, kontribusi industri manufaktur terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) di Kepri mencapai 36,86 persen. Sedangkan, kontribusi industri manufaktur terhadap PDB Indonesia sebesar 19,86 persen. (Oma) 





Berita Terkait
Lihat Semua