Bawa 3,6 Kg Sabu dan 5.000 Butir Ekstasi, 2 Penumpang KM Bukit Raya asal Tanjungpinang Diamankan di Babel
02 Agustus 2019
Ilustrasi: (Foto dokumen inilahkepri.com)
INILAHKEPRI, BABEL -  Dua penumpang KM Bukit Raya dari Tanjungpinang diamankan Tim Gabungan Anti Narkoba Provinsi Bangka Belitung karena membawa 3,6 kg sabu-sabu dan 5.000 butir pil ekstasi. Dua penumpang itu dikabarkan warga Tanjungpinang. 

Keduanya diamankan tim terdiri dari Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Bangka Belitung, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas IV Pangkalbalam dan Polda Bangka Belitung sesaat setelah turun dari kapal KM Bukit Raya, Kamis (1/8/2019) sekitar pukul 02.50 WIB. 

Mengutip laman hubla.debhub.go.id, Jumat (2/8/2019), Kepala Kantor KSOP Kelas IV Pangkalbalam, Izuar membenarkan kejadian tersebut setelah menerima laporan dari Petugas Wilker Pelabuhan Belinyu.

"Informasi yang didapat dari Petugas Wilker Pelabuhan Belinyu, KSOP Pangkalbalam bersama tim gabungan BNN Provinsi Babel dan Polda Babel berhasil menangkap bandar narkoba dengan barang bukti 3,6 Kg Sabu dan 5.000 butir pil ekstasi yang diselundupkan melalui kapal penumpang KM. Bukit Raya dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau kemarin (1/8/2019)," ujar Izuar di Pangkal Pinang Kepulauan Bangka Belitung.

Tim gabungan yang sedang bertugas dia sebut menxurigai gerak-gerik dua penumpang yang baru turun dari KM Bukit Raya yang baru tiba di Pelabuhan Belinyu. 

Atas dasar kecurigaan itu, keduanya  langsung digiring menuju Kantor Pelabuhan Tanjung Gudang Belinyu. Dadi penggeledahan dilakukan, tim gabungan menemukan sabu dan ekstasi. 

 Pil ekstasi dikemas dalam 3 bungkus berwarna hijau dan 5 bungkus berwarna merah muda. Sedangkan sabu terdiri dari 3 kemasan besar, 2 kemasan sedang dan 1 kemasan kecil. 

"Narkoba tersebut dalam bungkus plastik bening kemudian dilapisi dengan alumunium foil kemudian dimasukan dalam kemasan makanan dan dibawa menggunakan tas," jelas Izuar.

Kepala Polres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi yang dihubungi terkait penangkapan ini menyatakan tidak memiliki kewenangan memberikan penjelasan mengingat penangkapan yang terjadi di Bangka Belitung.

Ucok menyatakan belum ada koordinasi terkait apakah ada pengembangan lebih lanjut dilaksankan di Tanjungpinang terkait kasus ini.

"Tapi pada prinsipnya narkoba memang harus diperangi," ujar Ucok dlmelalui sambungan telpon. (Andri




Berita Terkait
Lihat Semua