Upaya Tingkatkan Pendapatan Restribusi, Pemko Tanjungpinang Berencana Naikkan NJOP
01 Agustus 2019
Pemukiman warga Tanjungpianang dinampaki dari kawasan Puncak. Pemerintah Kota Tanjungpinang berencana menaikkan NJOP sebagai langkah meningkatkan pendapatan asli daerah. (Foto: Dokumen inilahkepri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Pemerintah Kota Tanjungpinang berencana menaikkan Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) tanah dan bangunan untuk meningkatkan pendapatan sektor pajak.

Wali Kota Tanjungpinang, Rabu (31/7/2019) mengatakan, terkait rencana ini pihaknya telah mengundang tim dari universitas dan akademisi untuk melakukan pendataan NJOP di Tanjungpinang. Pendataan akan dilaksanakan selama 3 bulan kedepan.

"NJOP kita sudah lama tidak naik-naik. Sudah bertahun-tahun. Ini akan berdampak kepada peningkatan pajak," kata Syahrul ditemui di Senggarang.

Untuk tahap awal, pendataan dimaksud akan difokuskan di Kecamatan Tanjungpinang Timur dan Bukit Bestari, dan kemudian menyusul di Kecamatan Tanjungpinang Barat dan Tanjungpinang Kota.

"Dari situlah nanti diketahui berapa banyak wajib pajaknya," pungkas Syahrul.

Saat menyampaikan pidato pengantar Rancangan KUAPPAS Perubahan APBD 2019 dalam Rapat Paripurna digelar di DPRD Tanjungpinang, Syahrul menyampaikan sektor retribusi mengalami penurunan sebesar Rp 1,06 miliar. Realisasi pajak retribusi yang semula ditargetkan sebesar Rp6 miliar pada tahun ini baru tercapai sebesar Rp4,93 miliar. 

Demikian pula sektor lain-lain PAD yang sah disebut Syahrul juga tidak mengaami kenaikan, masih tetap sama dengan target APBD 2019.

Menurut Syahrul, masih minimnya PAD dari sektor retribusi ini disebabkan oleh masih minimnya masyarakat dalam membayar pajak.

"Selama ini kita (Pemko Tanjungpinang) sudah jemput bola. Cuma permasalahannya kesadaran masyarakat membayar pajak masis minim. Jika ada kesadaran, baru akan diikat dengan peraturan yang lebih ketat," papar Syahrul. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua