Kesadaran Masyarakat Mencegah Berkembangnya Nyamuk Penyebab DBD Masih Minim
31 Juli 2019
Petugas Dinas Kesehatan Tanjungpinang melakukan pengasapan (fogging) di Perumahan Kenangan Jaya, KM 12 Tanjungpinang beberapa waktu lalu. Kepala Dinas Kesehatan Rustam, Rabu (31/7/2019) mengatakan, kesadaran masyarakat dalam mencegah pengembangbiakan nyamuk penyebab DBD masih minim. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Dinas Kesehatan Kota Tanjungpinang mendata terdapat sekitar 200 kasus demam berdarah dengue (DBD) pada jangka waktu Januari-Juni 2019. Kurangnya kesadaran masyarakat dalam menjaga kebersihan lingkungan menjadi salah satu faktor penyebab. 

Kepala Dinas Kesehatan Tanjungpinang, Rustam, Rabu (21/72019) mengatakan, pihaknya masih kerap kali menemukan adanya jentik nyamuk penyebab DBD. 

"Tidak hanya di dalam rumah, tetapi bahkan di dalam rumah," ujarnya. 

Petugas kesehatan yang melakukan pemeriksaan berkala dia katakan mendapati adanya jentik nyamuk mulai dari bak mandi, dispenser, dan sampah yang dapat menampung air. 

Kurangnya kesadaran masyarakat dalam mencegah pengembang ikan nyamuk penyebab DBD ini dia katakan menjadi faktor terbesar terjangkitnya DBD di tengah masyarakat Tanjungpinang. 

"Kami tentunya berharap masyarakat disiplin melaksanakan program 3M (Menguras, Menutup, dan Mengubur). Ini tidak bosan-bosan kami sampaikan," tegas Rustam. 

Tindakan fooging atau pengasapan dia sebut dilaksanakan dengan fokus lokasi dalam radius tertentu. Fogging pun hanya bisa dilakukan jika di sebuah daerah ditemukan lebih dari satu kasus DBD. 

"Fogging hanya bersifat memberantas. Yang terpenting adalah mencegah. Caranya dengan 3 M tadi," tutup Rustam. (Andri





Berita Terkait
Lihat Semua