3 Perusahaan Hongkong Jajaki Peluang Investasi di Batam
17 Juli 2019
Plh Direktur Promosi dan Humas BP Batam Mohamad Taofan berfoto bersama delegasi tiga perusahaan asal Hongkong, Rabu (17/7/2019). Ketiga perusahaan yang tergabung dalam Group Fujikon Industrial Hongkong Ltd memproduksi berbagai produk elektronik termasuk perlengkapan rumah tangga menjajaki keumngkinan untuk berinvestasi di Batam. (Foto: IST/Humas BP Batam)
INILAHKEPRI, BATAM - Tiga perusahaan memproduksi berbagai produk elektronik termasuk perlengkapan rumah tangga asal Hongkong: Fujikon Industrial co, Wing Sang Bekelite Electrical Mfy Ltd., dan UCP International co Ltd, tengah menjajaki peluang untuk berinvestasi di Batam.

Niat untuk berinvestasi disampaikan saat delegasi dari ketiga perusahaan yang tergabung dalam Group Fujikon Industrial Hongkong Ltd ini melaukan kunjungan ke Badan Pengusahaan (BP) Kota Batam, Rabu (17/7/2019) pagi.

Plh Direktur Promosi dan Humas BP Batam Mohamad Taofan menuturkan Batam terbuka dengan masuknya investasi asing. Batam memiliki banyak peluang usaha yang dapat ditawarkan kepada investor.

“Peluang investasi di Batam sangat terbuka bagi perusahaan asing, kita terangkan kondisi Batam saat ini dan keunggulan Batam mudah – mudahan dapat berlanjut dan merealisasikan investasinya,” kata Topan usai menerima delegasi ketiga perusahaan tersebut.

Managing Director PT Central Global Santos Loy yang dalam hal ini sebagai fasilitator mengatakan, pertemuan tersebut merupakan tahapan penjajakan untuk membicarakan hal – hal mendasar seperti arah kebijakan regulasi dan insentif yang diberikan. 

“Kita punya bisnis development dengan tugas menarik investor dari luar, kita punya network di Hongkong dan China. Seperti kita tahu berhubung trade war ini, maka di Batam punya peluang untuk menarik investor dan hadirnya grup dari Hongkong ini, bahwa mereka mau keluar tapi mereka tidak tahu mau kemana maka itu mereka hubungi kita, kita langsung hubungi BP Batam,” papar Santos Loy. 

“Grup mereka besar sekali. Ada belasan ribu asosiasi mereka di situ. Dan ini kesempatan kita. Tiga perusahaan yang hadir disini punya karyawan ada yang 4000 – 5000 orang. Ada yang 2000 lebih, dan ada yang 800 orang. Dan mereka saat ini juga sedang membandingkan antara Indonesia, Myanmar, dan Vietnam,” sambungnya.  

Lebih lanjut ia menjelaskan, ketiga perusahaan tersebut merupakan perusahaan besar dengan jumlah karyawan terbilang banyak di Negara asalnya. 

“Mereka bergerak di bidang produksi head phone, hair driyer, artificial flower tapi mereka punya customer Amerika sama Jepang jadi target semua (ekspor) luar negeri dengan produk high class,” ucapnya.

Ia pun meyakini dengan penjajakan awal yang dilakukan pihaknya bersama delegasi perusahaan tersebut kepada BP Batam akan berdampak positif bagi perekonomian Batam. 

“Impressive awal sangat bagus. Yang terpenting adalah cost-nya,  karena mereka barusan dari Vietnam. Dan bagi produksi, kan semua faktor kepada cost-nya, namun mereka nanti akan bandingkan dengan Myanmar dan Vietnam karena mereka punya data – datanya. Dan mereka nanti akan sharing ke kita. Kita usahakan bisa di sini, kita orang lokal kita orang Batam kita mau Batam maju,” harapnya. (Adi)





Berita Terkait
Lihat Semua