Tiga Potensi PAD Kepri yang Masih Sangat Minim
17 Juli 2019
Sejumlah kapal berlabuh di perairan Batam. Pada semester I 2019, retribusi labuh jangkar dan retribusi air permukaan sama sekali belum terealisasi dari target yang diterapkan. Demikian retribusi reklamasi yang baru mencapai 20 persen. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Labuh jangkar, pajak air permukaan dan reklamasi yang diharapkan dapat menambah pendapatan asli daerah (PAD) Kepulauan Riau masih jauh dari target yang diharapkan.


Pada semester I 2019 ini, pendapatan retribusi labuh jangkar di Provinsi Kepulauan Riau sama sekali belum terealisasi atau nol persen dari Rp60 miliar yang ditargetkan pemerintah daerah.

Demikian pua di sektor pajak air permukaan PT Adhitya Tirta Batam (ATB). Hingga Juni 2019, target Rp24 miliar yang tetapkan masih belum terealisasi (nol persen).

Sedangkan untuk retribusi reklamasi baru tercapai sekitar Rp2 miliar dari Rp10 miliar yang ditargetkan.

Menanggapi hal ini, anggota DPRD Kepri, Iskandarsyah menegaskan hal ini harus menjadi Pemerintah Provinsi Kepri.

"Jika tidak, maka akan berdampak terhadap defisit APBD," katanya Rabu (17/7/2019).

Kendati demikian, Iskandarsyah menilai realisasi PAD Kepri sejak Januari-Juni 2019 masih berjalan sesuai rencana, yakni telah mencapai  46 persen atau sekitar Rp500 miliar dari target PAD 2019 sebesar Rp1,2 triliun.

Terpisah, Kepala Badan Pengelola Pajak dan Retribusi Daerah (BP2RD) Kepri, Reni Yusneli mengatakan, meski ketiga sektor PAD (labuh jangkar, air permukaan dan reklamasi) belum memenuhi target, namun beberapa sektor pendapatan lainnya justru melampaui target pada semester I 2019.

Misalnya, pajak rokok dan pajak bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) yang masing-masing sudah di atas 60 persen.

"Kecuali pajak kendaraan bermotor (PKB), belum mencapai target. Untuk memenuhi target PKB, BP2RD akan gencar melakukan razia kendaraan," ungkapnya.

Demikian pula pada sektor pendapatan lainnya yang belum terealisasi, akan diupayakan tetap mencapai target. Reni optimis target PAD Kepri sebesar Rp1,2 triliun akan terpenuhi. (Oma) 




Berita Terkait
Lihat Semua