Sejumlah Barang Disita dari Blok Penghuni Rumah Detensi Imigrasi
16 Juli 2019
Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang, Selasa (16/7/2019) pagi melakukan pemeriksaan terhadap penghuni Blok Detensi. Petugas melakukan pemeriksaan terhadap barang milik detensi di 9 blok yang ada. Dari pemeriksaan ini petugas melakukan penyiaran sejumlah barang yang dilarang, diantaranya mesin tato, pisau lipat, dan sejumlah barang lainnya. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Petugas Rumah Detensi Imigrasi (Rudenim) Tanjungpinang menyita sejumlah barang dari blok dihuni deteni (warga negara asing yang ditempatkan di Rudenim), Selasa (16/7/2019) siang. 

Sejak sekitar pukul 09.00 WIB, puluhan petugas Rudenim menggeledah barang milik Deteni yang menghuni 9 dari 12 di Rudenim. 

Petugas menyita barang diantaranya pisau cukur, pisau lipat, mesin pembuat tato, cakram VCD, laptop, dan penanak nasi elektrik. 

Plh Kepala Rudenim Tanjungpinang Agung Asrawita mengatakan, pengeledahan dalam inspeksi mendadak dilakukan pihaknya itu merupakan kegiatan yang memang telah dijadwalkan. 

Sidak dilaksanakan sekaligus langkah evaluasi terhadap barang  apa yang boleh atau tidak boleh dipergunakan Deteni. 

"Sidak sekaligus mengevaluasi bagian bangunan atau ruang apakah layak huni atau tidak," ujar Agung. 

Saat ini di Rudenim Tanjungpinang teraapat 154 deteni dari berbagai negara. 

"Mereka bukan ditahan prostusia. Mereka adalah orang asing yang tidak dikehendaki di Indonesia dan menunggu dipulangkan," ujar Agung. 

Terkait ini, Agung menjelaskan memang tidak ada larangan khusus dalam penggunaan barang oleh deteni tersebut. 

"Tapi pemilahan perlu dilakukan, khususnya terhadap barang membahayan bagi mereka termasuk petugas kami," tandas Agung. 

Pihaknya juga dia katakan akan memilah penanak nasi elektrik. 

"Seperti dilihat, ada banyak rice coocker ditemui di tiap blok. Ini akan dikurangi. Disamping tiap blok bisa menggunakan hanya 1 rice coocker, penggunaan terlalu banyak juga akan membebankan penggunaan listrik," paparnya. 

Menurut Agung, pihaknya akan memilah barang-barang yang disita tersebut. 

" Yang berguna dan tidak bahaya akan dikembalikan. Sedangkan yang tidak akan dimusnahkan. Kami tak ingin tempat ini jadi gudang," tegas Agung. (Andri




Berita Terkait
Lihat Semua