Melihat Penjalin, Pulau Berair Sebening Kolam Renang
28 Desember 2016
Suasana Pulau Penjalin, Anambas. (Foto: Andri Mediansyah)
INILAHKEPRI.COM, ANAMBAS - Predikat kepulauan tropis terindah se Asia disematkan kepada Anambas tidaklah keliru. Laut biru menghampar, pulau asri berpasir putih, serta terumbu karang dan biota laut yang alami tersuguh membelalakkan mata. 

Salah satunya Pulau Bawah yang termahsyur itu. Namun bicara keindahan laut di Anambas decak tidak hanya sebatas Pulau Bawah. Masih banyak tempat indah yang akan ditemukan kalaulah punya banyak waktu luang untuk singgah ke pulau-pulau lain yang ada di Kepulauan Anambas.

Salah satunya Pulau Penjalin. Pulau ini berjarak sekitar 20 mil dari Tarempak yang merupakan pusat Kabupaten Kepulauan Anambas di Pulau Siantan. Penjalin memiliki pantai berpasir putih lembut sehalus tepung yang tersembunyi di sisi Timur. Airnya sangat jernih berwarna menyesuaikan tingkat kedalaman: bening, hijau, biru.

"Sejernih air galon. Beningnya seperti kolam renang," kata Widiarso, Jurnalis asal Pekanbaru yang melakukan perjalanan ke Penjalin, Selasa (25/5/2016). 

Kejernihan air sangat menunjang aktivitas snorkeling juga menyelam. Di dalam air, kejernihan membuat jarak pandang luas yang menampakkan terumbu karang beraneka warna serta biota laut di dalamnya.

Pantai ini sepertinya perawan karena memang jarang dikunjungi, baik oleh warga tempatan atau wisatawan. Tidak ada transportasi regular yang melayani pelayaran. 

Datang ke sini harus sewa pompong atau speed boad. Jumlahnya puluhan yang dapat dengan mudah dijumpai di sekitar Pelabuhan Tarempak.

Sapi Gratis untuk Berpesta

Menurut Senja, seorang warga Tarempak yang kini bermukim di Tanjungpinang, Pulau Penjalin dulunya banyak dihuni sapi. Sapi-sapi itu sengaja dilepas seorang penduduk Pulau Ladan yang berada di sekitar Pelanjalin agar hidup liar.

Pemiliknya membebaskan warga memburu sapi-sapi yang sempat berkembang biak untuk berpesta.

"Gratis, tidak bayar," sebut Senja.

Ia tidak mengetahui pasti apakah sapi-sapi yang dulu di lepas itu masih bersisa. 

"Tapi bisa saja masih ada. Pulau ini kan luas," katanya menunjuk daratan yang dipenuhi rimbun pepohonan. (Andri Mediansyah)




Berita Terkait
Lihat Semua