Jurus Gubernur Hadapi Orang Tua Murid soal PPDB di Batam Dihujani Kritik Anggota DPRD
09 Juli 2019
Gubernur Kepri Nurdin Basirun saat mengikuti Rapat Paripurna di DPRD Kepri, Selasa (9/7/2019). (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Pernyataan Gubernur Nurdin Basirun yang menjamin semua siswa tertampung pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahap II mendapat respon dari anggota DPRD Kepri. Mereka menilai "Jurus" Nurdin itu akan memunculkan persoalan terhadap proses penerimaan, mengancam sekolah swasta, dan tidak dipikirkan dengan matang karena tidak melibatkan DPRD.

Interupsi datang dari sejumlah anggota dewan tak lama setelah Ketua DPRD Kepri, Jumaga Nadeak, mengetuk palu mengakhiri dua sidang paripurna digelar, Selasa (9/7/2019) siang. Interupsi disampaikan wakil rakyat itu sama sekali tidak berkaitan dengan dua agenda sidang yang digelar hari itu: soal Penyampaian Ranperda RPJ Pelaksanaan APBD 2018 oleh Gubernur Kepri dan laporan akhir pansus DPRD Kepri terhadap hasil pembahasan Ranperda Bangunan Berciri Khas Melayu sealigus pengesahannya menjadi Perda.

Sejumlah anggota DPRD Kepri menyampaikan tanggapan mereka soal pernyataan Gubernur Nurdin Basirun terkait PPDB di hadapan ribuan orang tua murid di Batam, Senin (8/7/2019).

Politisi Partai Demokrat, Burhanudin Nur menyebut "jurus" Nurdin dikhawatirkan akan menimbulkan persoalan. Menurutnya, ada sekitar 3.000 siswa (data diperoleh dari Disdik Kepri) yang belum terakomodir di SMA/SMK Negeri di Batam. Persoalan dimaskud Burhanudin adalah ketersediaan sekolah dan rombongan belajar (Rombel).

"Informasi yang kami peroleh dari Disdik, untuk tahun ini akan dibangun 2 sekolah dan 8 Rombel. Sedangkan setiap tahun ada seribu peningkatan lulusan SMP di Batam. Untuk menutupi peningkatan itu saja kita tidak mampu," papar Burhan.

Dia berharap adanya rencana matang karena menilai persoalan PPDB mulai 2017 hingga 2019 belum memiliki langkah maju menyelesaikan persoalan tersebut.


"Kalau bisa APBD perubahan sudah memulai. Usulan 2020 direvisi kembali. Supaya hal-hal prioritas dihilangkan dulu. Karena ada pelayanan di bidang pendidikan," sebutnya.

Politisi Partai Golkar Asmin Patros juga memberikan tanggapan. Di awal Asmin menyampaikan apresiasi terhadap respon cepat Gubernur dalam menyikapi perkembangan PPDB, khususnya di Kota Batam. 

Asmin menilai kebijakan diambil Gubernur itu di satu sisi memang menggembirakan orang tua murid. Namun kenyataannya, kata dia, orang tua yang tadinya sudah mendaftar di luar zonasi, tetap mendapat penolakan. 

"Keluhan ini kami terima langsung dari orang tua siswa," kata dia.

Asmin berharap Keputusan disampaikan Gubernur itu harus dikawal secara baik. Gubernur dia katakan semsetinya juga harus mempertimbangkan sekolah swasta yang juga berharap adanya siswa yang mendaftar.  

"Kalau seluruhnya masuk negeri, juga akan menganggu proses belajar karena siswa yang terlalu ramai," kata Asmin Patros. 

Asmin menyarankan Gubernur untuk melibatkan sekolah swasta dalam penyelesaian proses PPDB. 

"Siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri disalurkan ke swasta dan disubsidi. Dengan demikian kebijakan gubernur menghidupkan sekolah negeri, namun di sisi lain mengancam sekolah swasta," katanya.

"Jangan sampai kegembiraan orang tua (atas janji GUbernur) jadi sia-sia," tutupnya.

Pada kesempatan lain, politisi Gerindra, Onward Siahaan berharap Gubernur dapat melibatkan DPRD dalam mengeluarkan kebijakan strategis. Gubernur dia sebut hendaknya tidak membingungkan mengingat kebijakan yang dikeluarkan Gubernur terkait PPDB itu akan berdampak kepada APBD P dan APBD 2020.

"Maka sebaiknya ini juga dikomunikasikan dengan DPRD. Sehingga kami di DPRD mengetahui. Kalau ini tidak diakomodir, masyarakat bisa marah kepada kami," katanya.

"Apakah ini bisa dilaksanakan, ini juga harus dipikirkan secara matang. Jadi, kami mengharapkan komunikasi antara Pemprov Kepri dan DPRD, khususnya menyangkut kebijakan yang berdampak kepada masyarakat, supaya komunikasi dibangun dengan baik," papar Onward lagi.

Terkait apa disampaikan anggota DPRD ini, GUbernur Kepri tidak memberikan jawaban, namun mencatatnya. (Andri) 




Berita Terkait
Lihat Semua