Rencana PAKTEL Merelokasi Antena Satelit ke Batam
09 Juli 2019
President Director PT Pasifiktel Indotama (PAKTEL), John Lester (kanan) saat melakukan pertemuan dengan Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Edy Putra Irawady, Senin (8/7/2019) sore. (Foto: IST/Humas BP Batam)
INILAHKEPRI, BATAM - PT Pasifik Indotama (PAKTEL), sebuah perusahaan bergerak di bidang industri telekomunikasi menyatakan niat untuk merelokasi antena satelit ke Batam karena lokasinya yang strategis.  

President Director PT Pasifiktel Indotama (PAKTEL), John Lester menyampaikan, Batam merupakan daerah sempurna untuk merelokasi satelit.    

“Selain karena lokasi yang strategis, minimnya gedung pencakar langit yang dapat menghalau akses ke satelit di luar angkasa,” katanya kepada Kepala Badan Pengusahaan (BP) Batam Edy Putra Irawady saat melakukan kunjungan ke BP Batam Senin (8/7/2019) sore. 

“Asia Satellite Internet Exchange Limited (ASIX) yang merupakan pemegang saham pasar Hong Kong Group, yang memiliki teleport satelit besar baru-baru ini memutuskan untuk menjual lahan yang menampung 11 antena satelit besar dengan diameter 6-15 meter. Sehingga, kami membutuhkan ruang untuk merelokasi antena satelit tersebut lebih-kurang satu hektar. Untuk merelokasi tentunya butuh banyak persiapan dan kemudahan akses terutama transportasi, dan Batam memiliki kemudahan tersebut,” papar Leseter.
 
Terkait rencana relokasi, lanjut Lester, selain Batam terdapat 2 negara lainnya yang akan mereka kunjungi, yaitu Filipina dan Malaysia. 

"Tapi Batam merupakan pilihan pertama yang saya dan tim sepakati," sebutnya.
 
Selain ketersediaan lahan yang cukup untuk menampung 11 antena satelit besar, kata Leseter, PT PAKTEL juga memerlukan fasilitas penampung daya beserta genset listrik dan bangunan yang akan dijadikan sebagai kantor, pusat jaringan kontrol, infrastruktur IT, serta menampung peralatan stasiun satelit di darat. 

Rencananya, apabila bisnis ini terlaksana, PT PAKTEL akan menyerap 50-100 tenaga kerja yang terdiri dari insinyur dan teknisi.
 
Untuk diketahui, PT PAKTEL didirikan di Indonesia pada tahun 1995. Perusahaan ini  berpusat di Jakarta dengan satu kantor cabang di Balikpapan, Kalimantan Tengah. Perusahaan ini bergerak di layanan jaringan telekomunikasi, dengan spesialisasi dalam outsourcing dan menawarkan solusi jaringan lengkap. PT PAKTEL telah memiliki lisensi untuk Very Small Aperture Satellite (VSAT), Internet Service Provider (ISP), Network Access Provider (NAP), dan Radio Trunking.
 
Menanggapi hal ini, Kepala BP Batam Edy Putra Irawady memberikan dukungannya kepada bisnis yang dimaksud.
 
“Kami akan memberikan tiga pilihan. Pertama, BP Batam akan merelokasi lahan untuk PT PAKTEL. Kedua, PT PAKTEL dapat menggunakan bangunan yang dimiliki oleh BP Batam yang telah dilengkapi peralatan dan tower. Dan yang terakhir, menggunakan fasilitas IT Center BP Batam. Masing-masing dari pilihan ini tentunya menguntungkan dari sisi yang berbeda. Tapi yang pasti, kami mendukung penuh bisnis ini," terang Edy.
 
Edy berharap bisa mendapatkan daftar kebutuhan investasi PT PAKTEL secepatnya agar kerjasama ini dapat segera terlaksana.
 
Pertemuan ini juga dihadiri oleh  Chief Technology Offcer PT PAKTEL Ishaq H Ansyah, Kepala Kantor Lahan BP Batam Imam Bachroni, Direktur Aset BP Batam Dendi Gustinandar, Plh. Kepala Pusat Pengelolaan Data dan Sistem Informasi BP Batam Sylvia Malaiholo, dan Kepala Biro Umum BP Batam Ilham Eka Hartawan. (Adi)





Berita Terkait
Lihat Semua