TJA Tentang Rencana Pemerintah Menambah RKB
09 Juli 2019
Teddy Jun Askara. (Foto: Oma)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Polisi Partai Golongan Karya, Teddy Jun Askara menentang rencana pemerintah menambah ruang kelas baru (RKB) di tiap SMA/SMK di Kota Batam.

Di Tanjungpinang, Senin (8/7/2019), Anggota DPRD Kepri ini menilai langkah ini akan merugikan sekolah swasta. 

"Kalau seperti itu tutup saja semua sekolah swasta di Batam. Tak ada gunanya juga," kata Teddy.

Sebagaimana diketahui, rencana Pemerintah menambah RKB ini dilatarbelakangi adanya sekitar dua ribu calon siswa SMA/SMK yang tidak tertampung di sekolah negeri pada Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020. 

Menurut Teddy, kebijakan ini menyebabkan sekolah swasta yang ada di Kota Batam tidak akan kebagian jatah siswa baru.

Ia juga mempertanyakan anggaran yang akan digunakan Pemprov Kepri untuk melaksanakan penambahan RKB nantinya. Ini disebut Teddy mengingat penambahan RKB juga akan memerlukan tenaga pengajar tambahan. 

"Tentunya ini akan membutuhkan anggaran yang tidak sedikit. Seharusnya Gubernur dan Kadisdik berkoordinasi dulu dengan DPRD untuk membuat suatu kebijakan. Jangan suka-sukanya saja," imbuh Teddy kesal.

Teddy yang akrab disapa TJA menegaskan Pemprov Kepri harus mengedepankan pemerataan jika benar-benar akan merealisasikan rencana tersebut.

"Seluruh kabupaten/kota di Kepri juga harus diperlakukan sama, tidak hanya Batam," tegasnya.

Menurutnya, selain Batam, persoalan terkait PPDB ini juga terjadi di kabupaten/kota lain. Kota Tanjungpinang  ada ratusan siswa yang tidak tertampung di sekolah negeri.

"Pemprov Kepri harus adil," tegasnya lagi.

Teddy menegaskan pihaknya akan segera memanggil Disdik untuk membahas permasalahan ini. (Oma)




Berita Terkait
Lihat Semua