BPNB Dorong Pemerintah Daftarkan Warisan Budaya Tak Benda Kepulauan Riau
05 Juli 2019
Penari Mendu asal Natuna sebelum melaksanakan pementasan di Tanjungpinang. Mendu merupakan salah satu warisan budaya tak benda asal Kepulauan Riau yang telah ditetapkan sebagai WBTBI. BNPB mendorong pemerintah untuk medaftarkan kebudayaan yang dimiliki ke pemerintah pusat melalui Dirjen Kebudayaan. (Foto: Dokumen inilahkepri/Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Badan Pelestarain Nilai Budaya (BPNB) Kepulauan Riau mendorong pemerintah daerah untuk mendaftarkan kebudayaan yang dimiliki untuk didaftarkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia (WBTBI).

Kepala BNPB Kepulauan Riau Toto Sucipto menilai ada cukup banyak budaya di Kepulauan Riau yang layak diajukan sebagai WBTBI, menyusul budaya di Kepri yang telah terdaftar sebagai WBTBI.

Beberapa kebudayaan yang telah terdaftar sebagai WBTBI diantaranya Tari Zapin, Gurindam 12, Teater Bangsawan, Teater Mendu, Makyong dan Langlang Buana.

"Di Kepulauan Riau kan banyak, tidak hanya kesenian, tetapi bisa juga kuliner. Kan banyak kuliner di Kepri yang terkenal," ujar Toto di Tanjungpinang, Jumat (5/7/2019).

Kuliner dimaksud diantaranya mie tarempak, epok epok dan tepung gomak.

"Kuliner khas ini bisa diajukan sebagai WBTBI," tegas Toto lagi.

Dalam penetapan WBTBI, terangnya, yang memiliki peran penting adalah Pemerintah provinsi.

"Yang menjadi dasar adalah usulan dari kabupaten/kota. Oleh pemerintah provinsi kemudian diusulkan ke Kemendikbud dalam hal ini Dirjen Kebudayaan untuk ditetapkan WTBI. Jika sudah ditetapkan sebagai WBTI, baru kemudian bisa ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO," paparnya.

Toto menerangkan, minimal ada empat persyaratan yang harus dipenuhi dalam penetapan Warisan Budaya Dunia oleh UNESCO. Diantaranya formulir persyaratan dikeluarkan UNESCO yang harus terisi penuh, dokumentasi berupa foto dan video, serta hasil kajian.

"Isi formulir diantaranya nama budaya serta maestronya. Kemudian dokumentasi yang dilampirkan mulai dari foto atau video yang lama. Kalau bisa yang terbaru mengingat adanya perubahan. Setelah lengkap, baru didaftarkan ke nasional. Jika dianggap layak, nasinal akan mendaftarannya ke UNESCO," papar Toto.

Tiga tahun lalu, Pemerintah Indonesia bersama Malaysia disebut Toto telah mendaftarkan Pencak Silat ke UNESCO untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia.

"Kalau tak salah Desember 2019 nanti UNESCO menggelar sidang umum di Seoul (Korea Selatan). Mudah-mudahan ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia asal Indonesia," sebutnya.

Dari Indonesia, sejumlah kebudayaan yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Dunia diantaranya wayang, batik, keris, finisi, saman, noken, dan angklung. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua