Bintan Menyasar Pasar Wisata MICE
02 Juli 2019
Makan siang di sela rapat digelar salah satu perusahaan di Bintan Lagoon 2013 lalu. Kabupaten Bintan melalui Dinas Pariwisata kini tengah berupaya mengembangkan wisata MICE (meeting, incentive, convention, exhibition). (Foto: Dokumen inilahkepri.com)
INILAHKEPRI, BINTAN - Dikenal memiliki destinasi wisata alam dan olahraga, Kabupaten Bintan kini mulai mengembangkan wisata MICE (meeting, incentive, convention, exhibition).

Senin (1/7/2019), sebanyak 800 tamu dari Meetso Ian Quan Group China melakukan rapat tahunan di Bintan Lagoon Resort, Lagoi. Rapat dilaksanakan sehari penuh kemudian dilanjutkan dengan makan malam. Keesokan harinya, para karyawan perusahaan asal Negeri Tirai Bambu itu mengikuti perjalanan di sejumlah lokasi di Kabupaten Bintan. Mereka menelusuri hutan mangrove, diving dan snorkeling, serta menyinggahi kawasan pariwisata yang ada di Kabupaten Bintan.

Kepala Dinas Pariwisata Bintan, Wan Rudy Iskandar mengklaim wisata MICE di Kabupaten telah rutin berlangsung khususnya dalam beberapa tahun terakhir. 

Menurut dia, setidaknya ada dua perusahaan asing yang menggelar rapat di kawasan pariwisata Lagoi. Mereka biasanya dalam jumlah besar, berjumlah rata-rata 500 orang. Rapat itu digelar sekaligus melaksanakan perjalanan wisata. 

"Rata-rata mereka menghabiskan waktu antara tiga sampai empat hari. Biasanya rapat dilakukan sehari penuh atau sampai dua hari. Sisanya mereka jalan-jalan," terang Wan Rudy, Selasa (2/7/2019). 

Wisata MICE ini dia sebut memiliki potensi besar dalam mendatangkan wisatawan dengan jumlah yang besar pula. Pemerintah Indonesia, melalui Kementrian Pariwisata dikatakan Rudi getol mempromosikan wisata MICE ke luar negeri. Salah satu lokasi yang "dijual" adalah Kabupaten Bintan.

Kementrian Pariwisata dia sebut menempatkan agen-agen di negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia. Sasarannya adalah perusahaan besar di negara Asia, Australia dan Eropa.

"Promosi ini, khususnya di luar Asia membutuhkan biaya yang besar. Kita (Bintan) terbantu karena Kementrian Pariwisata mempromosikan wisata MICE di Bintan hingga ke Eropa. Kita hanya sanggup menempatkan agen perjalanan di Singapura," papar Wan Rudy. 

Ketua Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA) Tanjungpinang/Bintan Sapril Sembiring sepakat peluang ini harus ditangkap. 

"Sebenarnya, pemetaan Provinsi Kepri ini untuk wisata MICE diarahkan di Batam. Bintan dikonsep sebagai kawasan wisata leisure (liburan) dan golf," kata Sapril.

Batam dia sebut memiliki infrastruktur yang lebih memadai untuk penerapan wisata MICE. Fasilitas di Kota Industri di Kepulauan Riau ini dia katakan lebih menunjang, seperti hunian dan ballroom yang memiliki daya tampung lebih besar.

Selain itu, Bintan dia katakan belum siap untuk pelaksanaan konvensi, pameran, atau rapat dengan peserta dalam jumlah besar. 

"Bintan masih memiliki keterbatasan, misalnya dengan aramada yang digunakan untuk mobilitas peserta dalam jumlah besar. Misalkan saja jumlah pesertanya mencapai dua ribu orang. Bintan juga terbatas ketika akan mengadakan pameran, katakanlah pameran alat berat," papar Sapril lagi.

Kendati demikian, Sapril menegaskan jika wisata MICE ini harus ditangkap. Bintan dia katakan memang memiliki keterbatasan untuk penyelenggaraan konvensi dan pameran. Namun Bintan memiliki keunggulan lain yang dapat dijadikan pilihan perusahaan besar untuk melaksanakan wisata MICE.

"Ini memang harus ditangkap dan tinggal bagaimana mengemasnya," tegas Sapril.

Salah satu yang dapat dilakukan kata dia adalah dengan menguatkan kegiatan Incentive dan iven khusus. 

"Tinggal bagaimana mengkombinasikannya," ujar Syapril. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua