Pusing Anak Sakit, Nelayan Mabuk, Lalu Curi Pompong
28 Juni 2019
Kapolsek Bukit Bestari Kompol Marna didampingi Kanit Reskrim Ipda Dhia Cyntia Siregar dan Wakapolsek AKP Widyas menunjukkan barang bukti hasil curian Johan (mengenakan seragam tahanan). (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Johan (34), nelayan Desa Air Kelubi, Bintan, ditangkap polisi karena mencuri pompong milik seorang nelayan di Dompak Lama, Tanjungpinang. 

Di Polsek Bukit Bestari, Jumat (28/6/2019), Johan mengakui perbuatannya. Katanya dia melakukan perbuatannya itu dalam keadaan mabuk. 

"Saya minum arak putih. Sendirian saja," ujarnya. 

Johan mengaku minum arak putih karena anaknya yang kecil sedang sakit. 

"Saya ada dua anak," katanya menjelaskan. 

Senin (10/6/2019) subuh, Johan yang pusing karena mabuk, berpikir jahat waktu melihat sebuah pompong diparkir di Dompak Lama. Pikiran jahat itu muncul karena anaknya sakit ditambah sedang tak ada duit. 

Tanpa pikir panjang, Johan lalu menaiki pompong tersebut, lalu mencoba menghidupkan mesin. 

Setelah mesin menyala, pompong itu segera dia pacu menuju tempat tinggalnya di Desa Air Kelubi. 

"Malam itu saya dari rumah mertua saya di Dompak," kata dia. 

Sesampainya di Air Kelubi, mesin pompong dibongkar. 

"Saya cuma mengambil as (poros) mesin. Sudah saya jual enam ratus ribu," kata Johan mengakui. 

Kapolsek Bukit Bestari Kompol Marna menjelaskan, pasca hilangnya pompong itu korban bernama Am melapor kejadian tersebut. 

"Dari penyelidikan, pelaku mengarah ke tersangka," kata Kapolsek. 

Setelah yakin pelakunya adalah Johan, petugas Polsek Bukit Bestari langsung menangkapnya. Johan dibekuk petugas 23 Juni 2019.

Selain mengamankan dirinya, polisi juga mengamankan pompong yang dicuri. 

"Pompongnya utuh, tapi mesinnya sudah dibongkar," kata Kompol Marna. 

Atas perbuatannya, Johan kini mendekat di tahanan Mapolsek Bukit Bestari. Dia dijerat pasal 364 KUHP dengan ancaman hukuman penjara maksimal 7 tahun. (Andri




Berita Terkait
Lihat Semua