Pemko Tanjungpinang Segera Rancang Perda Bangunan Berciri Khas Melayu
28 Juni 2019
Jendela bangunan di salah satu rumah adat di Pulau Penyengat Tanjungpinang. Pemko Tanjungpinang akan segera merancang Perda terkait bangunan berciri khas Melayu. (Foto: Dokumen inilahkepri.com)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Pemerintah Kota Tanjungpinang akan segera merancang peraturan daerah (Perda) tentang bangunan berciri khas Melayu.

Walikota Tanjungpinang, Syahrul menyampaikan, perda dimaksud akan dijadikan  pedoman dalam membangun maupun mengembangkan bangunan berciri khas Melayu di kota Tanjungpinang. 

Terkait ini Syahrul menugaskan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata untuk bersinergi dengan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang.

"Segera bersinergi dalam merumuskan bentuk bangunan berciri khas Melayu kota Tanjungpinang yang nantinya akan dituangkan dalam peraturan daerah," tegas Syahrul saat menghadiri Seminar Bangunan Berciri Khas Melayu Tahun 2019 di Hotel Pelangi Tanjungpinang, Rabu Pagi (26/6/2019).

Kepala Dinas kebudayaan dan Pariwisata Tanjungpinang Surjadi menyampaikan, Tanjungpinang merupakan kota dengan karakteristik Melayu yang bangunannya masih banyak harus diperbaiki maupun disempurnakan. 

Seminar yang pihaknya laksanama diharapkan dapat memberi manfaat serta masukan untuk memperkuat karakter nilai-nilai budaya Melayu yang ada di kota Tanjungpinang sebagai sebuah warisan sejarah.

"Pengelolaan nilai pelestarian dan warisan budaya pada bangunan yang berciri khas Melayu di Kota Tanjungpinang harus ditingkatkan sehingga Kota ini mampu menunjukkan identitas dan simbol-simbol budaya Melayu Tanjungpinang dan memberikan motivasi masyarakat dalam membangun bangunan yang berciri khas Melayu Kota Tanjungpinang," paparnya.

SeminarBangunan Berciri Khas Melayu Kota Tanjungpinang ini dilaksanakan 26-27 Juni 2019, dihadiri diantaranya Ketua Umum LAM Riau Datuk Al Azhar, perwakilan Dinas Kebudayaan Provinsi Kepri, serta sejumlah Kepala OPD, Camat, Lurah, dan Kepala Sekolah dilingkungan Pemerintah Kota Tanjungpinang.


"Melalui seminar ini saya berharap semua pihak yang terkait memiliki komitmen yang sama, bahwa dalam membangun dan melestarikan bangunan yang sudah ada di Kota Tanjungpinang wajib menunjukkan identitas ke-melayuan baik secara keseluruhan maupun parsial," tegas Syahrul. (Andri)







Berita Terkait
Lihat Semua