Anggap Putusan Hakim Terhadap M Apriyandy Tidak Sesuai, Kejari Tanjungpinang Ajukan Banding ke Pengadilan Tinggi
26 Juni 2019
ndi setelah menerima putusan bersalah Pegadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (24/6/2019). Kejaksaan Negeri Tanjungpinang mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi karena mnilai vonis hakim tidak sesuai dengan vonis majelis hakim Pengadilan NEgeri Tanjungpinang. (Foto: Dokumen inilahkepri.com)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kejaksaan Negeri Tanjungpinang mengajukan banding atas vonis ditetapkan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang kepada M Apriyandy dalam kasus pelanggaran Pemilu 2019.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Tanjungpinang, Rizky Rahmatullah mengatakan, banding diajukan ke Pengadilan Tinggi di Pekanbaru Riau ini dikarenakan vonis majelis hakim yang dinilai tidak sesuai dengan tuntutan yang diajukan.

"Karena tidak sesuai dengan tuntutan kita," demikian ujar Rizky menjawab alasan banding yang diajukan.

Dalam persidangan, Kejari Tanjungpinang, sebagaimana dibacakan Jaksa Penuntut Umum Zaldy Akri menuntut terdakwa M Apriyandi dengan 3 bulan penjara dan denda Rp 24 juta subsider 1 bulan kurungan penjara. 

M Apriyandy atau dikenal dengan Andi yang merupakan Putra Wali Kota Tanjungpinang SYahrul dinilai  melanggar pasal 523 ayat 2 Jo. Pasal 278 Ayat 2 huruf d Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana atas pelanggaran Pemilu berupa praktik politik uang.

Dalam sidang putusan perkara digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang Senin (24/6/2019), Majleis hakim terdiri Acep Sopian Sauri (ketua) serta Eduart P Sihaloho dan Santonius Tambunan (hakim anggota) memvonis Andi dengan hukuman 5 bulan dengan masa percobaan selama 10 bulan, denda Rp 24 juta subsider 1 bulan penjara. Majelis hakim menyatakan Andi tidak perlu menjalani kurungan penjara.

Putusan inilah yang kemudian dinilai JPU tidak seusai dan kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Tinggi. (Andri) 




Berita Terkait
Lihat Semua