Apriyandi Dinyatakan Terbukti Lakukan Politik Uang, Divonis 5 Bulan Penjara
24 Juni 2019
M Apriyandi (mengenakan kemeja putih) sesaat meninggalkan ruang sidang PN Tanjungpinang, Senin (24/6/2019). Majelis hakim menyatakan Caleg Tanjungpinang dari partai Gerindra ini bersalah melakukan perbuatan politik uang dengan hukuman 5 bulan penjara dengan masa percobaan 10 bulan, dan denda Rp24 juta subsider 1 bulan penjara. (Foto: Andri)

INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang memutuskan M Apriyandi terbukti melakukan pelanggaran Pemilu 2019. Caleg Kota Tanjungpinang dari Partai Gerindra ini divonis 5 bulan percobaan dengan masa percobaan selama10 bulan, denda 24 juta subsider 1 bulan penjara.

Vonis dibacakan Ketua Majelis Hakim Acep Sopian Sauri yang didampingi oleh hakim anggota Eduart P Sihaloho dan Santonius Tambunan, Senin (24/6/2019).

"Terdakwa tidak perlu dipenjara," ujar Ketua Majelis Hakim membacakan putusannya.

Vonis terhadap Andy (sapaan M Apriyandi) ini lebih berat dadi tuntutan JPU Kejari Tanjungpinang 3 bulan penjara dan denda Rp 24 juta subsider 1 bulan kurungan.

Dalam amar putusannya, majelis hakim menilai perbuatan terdakwa mencederai proses demokrasi dan tidak memberikan pembelajaran politik. Namun majelis menilai Andy kooperatif da  sopan selama persidangan serta  belum pernah dihukum sehingga dinilai menjadi dasar meringankan putusan.

Atas putusan tersebut, Andy yang mengenakan kemeja putih menyatakan banding.

"Saya menghormati keputusan pengadilan, dan izinkan saya untuk banding," ungkap Andy.

Setelah jalannya sidang, Andy segera meninggalkan ruang sidang. Dengan dikawal sejumlah anggota Ormas Pemuda Pancasila, Andy langsung menuju mobil Toyota Camry nopol BP 1060 TP.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, Andy yang merupakan putra Walikota Tanjungpinang Syahrul ini dinyatakan telah melakukan perbuatan politik uang (money politic)

nomor 2 Dapil 2 Tanjungpinang M Apriyandi alias Andi yang juga anak Wali Kota Tanjungpinang Syahrul membantah melakukan tindak pidana pemilu money politic (politik uang) saat masa tenang Pemilu 2019 lalu.


Status Andi telah ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Tanjungpinang dalam kasus dugaan politik uang.

Terdakwa sebagai pelaksana, peserta, dan atau tim kampanye Pemilu diangap sengaja menjanjikan atau memberikan uang atau materi lainnya sebagai imbalan kepada peserta kampanye pemilu secara langsung ataupun tidak langsung.

Dalam dakwaan JPU yang dibacakan pada sidang tuntutan, mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan dan yang turut serta melakukan perbuatan itu telahmelanggar dakwaan tunggal, pasal 523 ayat 2 Jo. Pasal 278 Ayat 2 huruf d Undang-Undang RI Nomor 17 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum Jo. Pasal 55 Ayat 1 ke-1 KUHPidana. (Andri





Berita Terkait
Lihat Semua