Pemerintah Daerah Berkewajiban Campur Tangan Dalam Pengembangan Industri Fotografi
19 Juni 2019
Wali Kota Tanjungpinang (tengah) bersama Kepala Sub direktorat Edukasi Subsektor Ekonomi Kreatif, Toar RE Mangaribi dan narasumber dalam Worksop Oprek Fotografi diadakan Bekraf RI di Hotel Comforta Tanjungpinang, Rabu (19/6/2019). (Foto: IST/Humas Pemko Tanjungpinang)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kepala Sub direktorat Edukasi Subsektor Ekonomi Kreatif, Toar RE Mangaribi menegaskan butuh campur tangan pemerintah dalam pengembangan ekonomi kreatif, termasuk sektor fotografi yang menjadi bagian dari 16 sektor ekonomi kreatif yang kini tengah dikembangkan pemerintah. 

Toar, dalam sambutannya pada kegiatan Workshop Operasional dan Teknik (OPREK) Fotografi dilaksanakan Bekraf RI di Hotel Comforta Tanjungpinang, Rabu (18/6/2019) menyatakan, campur tangan pemerintah, sangat dibutuhkan khususnya untuk pembentukan enterpreneur di bidang fotografi.

"Keterlibatan pemerintah daerah sangat dibutuhkan di awal pembentukan enterpreneur dimaksud," kata dia.
 
Bekraf, kata Toar, berharap kerjasama dengan pemerintah daerah sebagai subsekator ekonomi kreatif fotografi.

"Intervensi dari pemerintah daerah diperlukan," kata Toar lagi. 

Menurut Toar, dari 16 subsekator ekonomi kreatif, fotografi memiliki peminat yang cukup besar. Demikian pula di Kepulauan Riau, khususnya di Tanjungpinang. 

Potensi Kepulauan Riau yang berdekatan dengan negara tetangga dia sebut membutuhkan fotografer yang dapat membranding daerah.

"Selain story telling, foto juga memperkuat branding," tegasnya.

Fotografi dia yakini bisa meningkatkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) dan mampu menyerap tenaga kerja.

"Tahun 2030 ekonomi kreatif menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Dan Fotografi menjadi salah satunya. Pemda juga memiliki kewajiban bagaimana mengelola potensi ekonomi kreatif yang ada," tegasnya.

Workshop OPREK Fotografi diadakan Bekraf RI melalui Deputi Riset, Edukasi dan Pengembangan, diikuti 50 fotografer dari sejumlah kabupaten/kota di Kepulauan Riau terpilih dari 250 pendaftar. Kegiatan dilaksanakan selama 4 hari, 19-22 Juni 2019.

Peserta diberikan pengetahuan mulai dari pengenalan kamera dan lensa, teknik fotografi, hingga bagaimana menjalankan bisnis fotografi dari akademisi serta praktisi fotografi. 

Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul dalam sambutannya menyambut baik kegiatan ini. Syahrul berharap fotografer dapat terlibat dapat mempromosikan potensi yang dimiliki Tanjungpinang.

"Kita memang harus berbenah dan menjual potensi, salah satunya pariwisata yang dimiliki. Dan fotografer harus terlibat di dalamnya," ujar Syahrul yang berkesempatan membuka kegiatan tersebut. (Andri) 




Berita Terkait
Lihat Semua