Disidak Disperindag dan Satgas Pangan, Harga Cabai di Pasar Bincen Langsung Turun
11 Juni 2019
Sidak dilaksanakan Disperindag Kepri dan Tanjungpinang bersama Satgas Pangan melaksanakan tinjauan (inveksi) mendadak di Pasar Bintan Center, Selasa (11/6/2019). (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Dinas Perindustrian dan Perdagangan tingkat Provinsi Kepri dan Kota Tanjungpinang bersama Satgas Pangan, Selasa (11/6/2019), melaksanakan inspeksi mendadak harga kebutuhan pokok di Pasar Bintan Center, Tanjungpinang. 

Sidak difokuskan kepada sejumlah bahan pangan, khususnya cabai yang sebelum Idul Fitri mengalami lonjakan harga hingga Rp150 ribu per kilo. 

Dalam Sidak ini, petugas mendapati adanya perbedaan dari informasi didapati petugas sebelumnya. 

"Pagi tadi (cabai) dijual Rp80 ribu. Sekarang dijual Rp60 ribu," ujar salah seorang petugas Disperindag Kepri di sela peninjauan. 

Demikian pula disampaikan salah seorang Satgas Pangan Kota Tanjungpinang. 

"Istri saya pagi tadi juga beli Rp80 ribu," ujar Anggota Tim Satgas Pangan yang anggota Sat Reskrim Polres Tanjungpinang itu. 

Sebagaimana diketahui, harga cabai di Tanjungpinang melonjak pada H-2 Idul Fitri. Harga cabai dijual pedagang mencapai Rp150 ribu, kemudian berangsur turun di tingkat pengecer. Mulai Rp92 ribu, Rp88 ribu, Rp70 ribu, hingga Rp65 ribu. Penurunan harga ini terjadi di tingkat distributor. 

Robert, salah seorang distributor cabai di Pasar Bintan Center mengakui lonjakan harga jelang lebaran disebabkan kenaikan harga di tingkat agen.

Menurutnya, lonjakan harga ini disebabkan kenaikan ongkos pengiriman cabai dari daerah asal di Pulau Jawa. 

Kepala Bidang Pengembangan Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Kepri, Rio Desmawati menjelaskan mengenai temuan perbedaaan harga cabai di Pasar Bintan Center. Menurutnya, harga Rp80 ribu yang dilaporkan konsumen tersebut merupakan harga di tingkat pengecer. Sedangkan Rp65 ribu per kilo adalah harga ditingkat distributor.

Ia menilai perbedaan harga antara distributor dan pengecer itu masih pada tingkat wajar mengingat memperhitungkan adanya penyusutan barang dari distributor ke pengecer. Penyusutan dimaksud diantaranya cabai yang rusak dan penyusutan lainnya.

"Jadi masih dalam tingkat wajar," ujarnya.

Adakan Pasar Murah

Untuk mengantisipasi lonjakan harga cabai, Disperindag Provinsi Kepri dia sebut berencana menggelar pasar murah.

"Kami akan bekerjasama dengan petani lokal supaya menstabilkan harga cabai," kata Rio.

Pasar murah ini dia sebut akan digelar dalam waktu dekat.

"Lokasinya tidak berjauhan dengan pasar," sebutnya lagi. (Andri) 




Berita Terkait
Lihat Semua