Haru Isdianto Bertemu 2 Tokoh Kota Batam Yang Sedang Sakit
31 Mei 2019
Wakil Gubernur Kepri Isdianto menyalami H Sarifudin, tokoh masyarakat Kota Batam yang lumpuh akibat stroke, Kamis (30/5/2019). Usai melaksanakan Safari Ramadan malam itu, Isdianto juga menemui H Zulhanudin yang juga mengalami sakit. (Foto: IST)
INILAHKEPRI, BATAM - Wakil Gubernur Kepri, Isdianto, Kamis (30/5/2019) malam menyempatkan bertemu dua tokoh masyarakat Kota Batam yang sedang sakit. 

Usai melaksanakan safari Ramadan di Masjid Al Ikhlas Perum Persero dan Al Maghfiroh Palm Raya Tanjung Sengkuang Batu Ampar , orang nomor dua di Kepri ini bergegas ke kediaman H Sarifudin di Tanjung Sengkuang.

H Sarifudin merupakan sosok yang pernah mengharumkan Kota Batam. Sejak 2007 juara pertama MTQ Provinsi Riau - kala itu mewakili kafilah Kota Batam - ini mengalami stroke. 

Pria yang mendapat pujian dan hadiah berangkat haji dari Wali Kota Administrasi Batam H Usman Darman dan Sekdako yang ketika itu dijabat HM Sani ini kini mengalami lumpuh. 

Dia sudah tidak berdaya hingga tak bisa berbuat banyak menafkahi keluarga. Naifnya, kondisi ini pula yang kemudian memaksa putranya Muhmmad Khaerul Muarif terpaksa dikeluarkan sebagai siswa kelas 10 SMA Negeri 14 Batam, Tanjung Sengkuang. 

Sebuah alasan klasik. Khaerul dikeluarkan karena tidak mampu membayar uang sekolah. Setahun putus sekolah, Khaerul memanfaatkan waktunya membantu perekonomian keluarga.

Isdianto cukup gerah mendengar cerita itu. Dia kemudian langsung memanggul Sekretaris Disdik Kepri Faturahman untuk segera menghubungi pihak sekolah.

"Pastikan anak ini bisa kembali sekolah," pinta Isdianto sebelum pamit meninggalkan kediaman Sarifudin.

Isdianto malam itu juga mendatangi kediaman H Zulhanudin Lubis, Ketua MUI Kecamatan Batu Ampar yang juga tinggal di Tanjung Sengkuang.

Dalam pertemuan itu Isdianto mendengarkan keluh kesah H Zulhanudin Lubis yang menderita diabetes. Penyakit gula darah itu memaksa para medis RS Elisabeth Batam mengangkat sebagian besar daging di kaki kirinya dalam sebuah operasi.

Mendengar cerita itu Isdianto memanjatkan doa berharap kesembuhan bagi H Zulhanudin, sekaligus memberikan semangat.

"Semoga ujian ini menjadi penggugur dosa dan kesalahan," ujar Isdianto kepada H Zulhanudin yang baru menjalani operasi 10 hari lalu. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua