1 Juni Wajib Apel, Pemprov Kepri Ancam Beri Sanksi ASN Tambah Hari Libur Idul Fitri
30 Mei 2019
Sekdaprov Kepri, TS Arif Fadillah. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) mengancam akan memberikan sanksi tegas kepada ASN yang menambah hari libur Idul Fitri 2019 Masehi/1440 hijriah.

Sekretaris Daerah Provinsi Kepri, Arif Fadillah menyampaikan, Sanksi dimaksud berupa pemotongan tunjangan kinerja (TKD)  dan hukuman terkait disiplin. 

"ASN harus mengikuti aturan libur yang telah ditentukan," kata Arif Fadillah di Tanjungpinang, Rabu (29/5/2019).

Menurutnya, berdasarkan keputusan pemerintah pusat, libur Lebaran bagi ASN dimulai dari tanggal 30 Mei 2019, sementara tanggal 31 Mei 2019 ASN wajib masuk. Kemudian tanggal 1 Juni 2019, sesuai edaran Kemendagri seluruh ASN juga diminta hadir mengikuti Upacara Hari Kesaktian Pancasila.

"Usai upacara para ASN boleh langsung pulang dan libur. Cuma ikut upacara saja," imbuhnya. 

ASN dikatakan Arif akan kembali bekerja, Senin 10 Juni 2019. 

Pada Senin 10 Juni, lanjutnya, semua ASN diwajibkan mengisi absen finger print serta mengisi tugas harian di dalam aplikasi Sistem Informasi Manajemen Kerja (SiManja) - aplikasi yang diterapkan Pemprov Kepri untuk menghitung Tunjangan Kerja Daerah (TKD) ASN setempat.

"Saya dapat print out laporannya. Jadi saya akan tau siapa-siapa yang tidak masuk kerja," ungkapnya. 

"Kalau mereka tidak hadir, maka TKD akan dipotong. Selain itu sanksi disiplin juga akan diterapkan," sebutnya lagi. (Oma




Berita Terkait
Lihat Semua