Pencuri Uang Kas Bank Mandiri Bintan Center Dituntut 5 Tahun Penjara
15 Mei 2019
Terdakwa Agus Simbara Wijayadi usai menjalani persidangan di PN Tanjungpinang, Selasa (30/5/2019). Karyawan bertugas sebagai Teller pada Kantor Cabang Pembantu (KPC) Bank Mandiri Bintan Center Tanjungpinang ini dituntut kurungan penjara 5 tahun atas dugaan mencuri Rp5 miliar dari kas besar bank tempatnya bekerja. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Negeri Tanjungpinang menuntut hukuman maksimal Agus Simbara Wijayadi, Teller Kantor Cabang Pembantu (KPC) Bank Mandiri Bintan Center atas tindakannya mencuri uang bank tempatnya bekerja itu hingga mencapai Rp5 miliar.

Dalam persidangan digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Rabu (15/5/2019), JPU Nolly Wijaya menuntut Agus dengan hukuman 5 tahun penjara. Agus didakwa melanggar pasal 362 KUHPidana tentang pencurian.

"Ini ancaman hukuman maksimal," kata Admiral, Ketua Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang yang memimpin jalannya sidang.

Atas tuntutan tersebut, Agus yang tidak didampingi pengacara menegaskan akan mencoba menerima tuntutan tersebut. Dia tidak mengajukan pembelaan. Namun meminta majelis hakim mempertimbangkan dengan putusan yang lebih ringan.

Agus mengaku menyesal, tidak akan mengulangi perbuatan, dan memiliki tanggungan, yakni seorang istri dan anak berusia 20 bulan.

Atas tanggapan itu, Jaksa Nolly Wijaya menyatakan tetap kepada tuntutannya. Majelis hakim PN Tanjungpinang akan menutuskan kasus ini pada Kamis (23/5/2019).

Diberitakan sebelumnya, Agus didakwa mencuri uang dari kas besar KPC Bank Mandiri Bintan Center. Perbuatan itu dia lakukan mulai Agustus 2018. Dia merakam kode sandi kepala kantor kas KCP bank tempatnya bekerja menggunakan HP.

Kode akses itu kemudian dia gunakan masuk ke jaringan kas buku besar, lalu mentransfer uang ke bandar judi online. Pencurian itu dia lakukan secara terus menerus hingga totalnya mencapai Rp5 miliar.

Selain itu, Agus juga membuka rekening menggunakan KTP kawannya untuk menerima uang hasil judi dari bandar. Di rekening yang kemudian dia kendalikan itu pernah memiliki saldo hingga Rp800 juta.

Menurut Agus, uang Rp5 miliar itu habis dia gunakan untuk berjudi online. Jenis permaiannnya tebak skor pertandingan sepakbola. (Andri) 




Berita Terkait
Lihat Semua