Saksi Ahli Sebut Dokter Yusrizal Tidak Terampil
14 Mei 2019
Dokter Yusrizal usai mengikuti persidangan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (13/5/2019). (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Saksi ahli yang dihadirkan dalam persidangan kasus dugaan penganiayaan oleh Dokter Yusrizal Saputra di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Senin (13/5/2019), menyebut dokter spesialis kandungan ini kurang terampil dan terindikasi melakukan pelanggaran kode etik kedokteran.

Memberikan penjelaskan, di pengadilan, Dokter Ibrahim, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Batam ini menilai adanya upaya penyelamatan dilakukan Dokter Yusrizal terhadap korban DD (bidan rekan kerja di Klinik Al Rasha). 

"Kalau dilihat dari titik-titik (suntikan) dilakukan penyidik," kata dia memberikan penjelasan.

Soal dilaksanakannya penyuntikan dilakukan di rumah Dokter Yusrizal di Batu 8 Atas, Dokter Ibrahim menyebut praktik tersebut tidak dibenarkan. Menurut dia, sedianya penanganan medis oleh Dokter Yusrizal terhadap DD sedianya boleh dilakukan jika bersifat "follow up" atau pasien yang biasa berobat.

"Dokter itu harus mengeluarkan obat dalam resep, bukan obat," katanya kepada sejumlah wartawan usai memberikan keterangan di persidangan.

Menurutnya, tugas utama doter adalah mendiagnosis, menentukan terapi tindakan. 

"Tindakan seperti menyuntik itu bisanya dilakukan oleh paramedis. Jadi jangan heran jika paramedis, perawat lebih hebat menyuntik atau memasang infus daripada doker," sebutnya lagi.

Di persidangan dipimpin Admiral didampingi oleh Iriati Khoirul Ummah dan Santonius Tambunan, Majelis Hakim Pengadilan Negeri Tanjungpinang mempertanyakan tindakan penyuntikan vitamin C yang awalnya akan dilakukan ke oleh Bidan DD kepada Dokter Yusrizal namun praktiknya justru sebaliknya.

Majelis hakim juga mempertanyakan tindakan penyuntikan sebanyak 56 kali ke tubuh Bidan DD apakah masuk kategori profesional atau tidak.

Dalam persidangan Dokter Ibrahim selaku saksi ahli menyatakan tindakan Doter Yusrizal bisa dikatakan tidak terampil. Tindakan terdakwa juga dia sebut terindikasi melanggar kode etik.

Selain menghadirkan saksi ahli, dalam persidangan tersebut juga didengarkan keterangan sejumlah saksi lain, termasuk Bidan DD.

Sidang rencananya dilanjutkan Rabu (16/5/2019) dengan agenda keterangan terdakwa. (Andri) 




Berita Terkait
Lihat Semua