Belum Ditemukan Warga Terkena Cacar Monyet, Pemko Tanjungpinang Siapkan Ruang Isolasi
13 Mei 2019
Kepala Dinkesdalduk KB Tanjungpinang, Rustam. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Dinas Kesehatannya Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana (Dinkesdalduk KB) kota Tanjungpinang, menyediakan ruangan isolasi untuk mengantisipasi terjangkit virus cacar monyet atau monkeypox.

Ruang isolasi dimaksud ditempatkan di Rumah Sakit Raja Ahmad Thabib Provinsi Kepri.

Kepala Dinkesdalduk KB, Rustam di Tanjungpinang Senin (13/5/2019) menjelaskan, pihaknya telah berkerja sama dengan RS Raja Ahmad Thabib untuk dijadikan rujukan sebagai penyedia ruangan isolasi untuk mengantisipasi penularan jika nantinya ditemukan warga yang terpapar virus ini.

"Kami sudah berkoordinasi Dinas Kesehatan Provinsi supaya RS Raja Achmad Thabib diaktifkan sebagai tempat rujukan apabila ada terjangkit virus itu," kata Rustam. 

Selanjutnya Rustam menyebut harus segera diawasi. Diantaranya Pelabuhan Sri Bintan Pura (SBP) Tanjungpinang yang menjadi pintu masuk warga negara  Malaysia dan Singapura ke Tanjungpinang. 

"Jika ada penumpang yang sakit, di Pelabuhan disiagakan alat thermal scanner dengan suhu di atas 37-38 derjat celcius," terangnya.

Sampai saat ini, Rustam menegaskan belum menemukan adanya warga Tanjungpinang yang terjangkit virus tersebut. 

"Dari data puskesmas,  rumah sakit dan masyarakat, kami belum menerima adanya warga yang terdeteksi mengidap virus itu," terang Rustam.

Menurutnya, di Singapura sendiri penyakit ini cepat ditangani pemerintah setempat yang mendapati satu warganya yang terjangkit. 

Terkait adanya virus ini,  Rustam mengimbau puskesmas maupun rumah sakit di Tanjungpinang untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penderita demam.

"Ketika ada pasien panas  yang meniliki gejala ruam pada kulit yang spesifik sepeti cacar monyet patut diwaspadai. Terlebih ada ada riwayat melakukan perjalanan dari negara yang terdapat kasus virus tersebut," jelasnya.

"Singapura dekat dengan Tanjungpianng, jadi patut diwaspadai," jelasnya lagi.

Rustam menegaskan penderita penyakit ini harus ditangani dengan cepat mengingat bersifat menular. 

Mengutip news.detik.com, Seperti dilansir Reuters, Minggu (12/5/2019), monkeypox atau cacar monyet adalah virus yang mirip dengan cacar yang biasa terjadi pada manusia. Virus ini sebenarnya sudah diberantas pada 1980. Virus ini tidak menyebar dengan mudah dari orang ke orang tapi dalam kasus yang langka, virus ini dapat berakibat fatal. 

Infeksi virus cacar monyet pada manusia hanya pernah dilaporkan 3 kali di luar Afrika yaitu di Amerika Serikat, Inggris, dan Israel. Demikian keterangan dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit yang berbasis di AS. 

Cacar monyet biasanya berlangsung selama 2-4 minggu, dimulai dari demam dan sakit kepala lalu berlanjut ke benjolan kecil (pustula) yang menyebar ke seluruh tubuh. (Andri




Berita Terkait
Lihat Semua