Genjot Investasi, BP Batam Promosikan Potensi Batam di Rusia dan Tiongkok
10 Mei 2019
INILAHKEPRI, BATAM - Dalam rangka menggenjot investasi di ota Batam, Badan Pengusahaan (BP) Kota Batam mempromosikan potensi Batam hingga ke Rusia.

Kepala BP Batam Edy Putra Irawadi mengatakan, promosi di Rusia ini dilaksanakan sekaligus memeriahkan rangaian kegiatan Russian - Indonesian Business Forum. 

Dalam kegiatan ini,  Edy Putra Irawadi menyampaikan  berbagai potensi investasi di Kota Batam. Dengan letak yang strategis berdampingan dengan negara Singapura serta jarak antara Kazan - Batam yang dapat ditempuh dengan penerbangan selama 14 jam, Edy menegaskan Batam memiliki  potensi bagia Rusia untuk mengembangkan manufakturing serta jasa-jasa lainnya seperti keuangan, kesehatan, pendidikan, logistik dan pariwisata.

"Selain itu, dengan keberadaan Batam sebagai daerah Kawasan Perdagangan Bebas dan Kawasan Ekonomi Khusus serta potensi pasar di Indonesia 260 juta penduduk yang mayoritasnya adalah Muslim, sehingga produk halal serta berbagai fashion Muslim juga dapat menjadi pasar tersendiri di Indonesia," papar Edy, Jumat (10/5/2019).

Capaian promosi BP Batam di Rusia ini, Dubes RI di Moskow nantinya akan  membawa delegasi bisnis untuk melakukan investasi di Batam. KUnjungan delegasi ini direncanakan akan dilaksanakan pada tahun ini juga, berfokus kepada sejumlah bidang investasi diantaranya manufakturing dan sektor jasa lainnya.

Promosi di Tiongkok

Sebelum melakukan lawatan ke Rusia, Kepala BP Batam terlebih dahulu melakukan kunjungan ke Xiamen, Provinsi Fujian, Tiongkok. Dalam kunjungan ini, Kepala BP Batam menghadiri undangan dari Jimei University, melihat perkembangan serta menjajaki kerjasama di sektor perikanan, navigasi (transportasi dan logistik). 

Jimei  University yang merupakan universitas negeri di Xianmen tertarik membuka centre of excellence di bidang kemaritiman dan perikanan di Batam.

Selain mengunjungi Jimei University, Kepala BP Batam juga melakukan pertemuan dengan Djauhari Oratmangun, Duta Besar Republik Indonesia di Bejing. Pertemuan membahas  peningkatan ekspor Indonesia ke China dan peningkatan investasi China di KPBPB (FTZ) Batam.

Sejumlah pengusaha Tiongkok tertarik berencana berkunjung ke Batam pada bulan Mei atau Juni 2019 untuk berinvestasi di FTZ Batam. (Maulana)





Berita Terkait
Lihat Semua