Tiga Koban Pompong Pengakut TKI Asal Malaysia Belum Ditemukan, Basarnas Imbau Warga Segera Melapor Jika Menemukan Korban
09 Mei 2019
Petugas SAR Tanjungpinang bersama warga, Kamis (9/5/2019) melakukan pencarian terhadap tiga korban penumpang pompong mengakut TKI yang tenggelam di Perairan Nongsa, Batam, Minggu (5/5/2019) lalu. (Foto: IST/SAR Tanjungpinang)
INILAHKEPRI, BINTAN - Pencarian terhadap korban penumpang pompong mengakut TKI yang tenggelam di Perairan Nongsa, Batam, Minggu (5/5/2019) lalu hingga kini masih dilakukan Tim SAR Gabungan. Kantor SAR Tanjungpinang mengimbau warga untuk berpartisipasi dengan segera melaporkan ketika menemukan adanya korban terindikasi penumpang pompong TKI tersebut.

"Kami mengimbau masyarakat dan nelayan dari Tanjunguban sampai Tanjung Berakit, apabila menemukan korban, mohon segera untuk melaporkan ke Basarnas Tanjungpinang atau instansi terdekat," ujar Kepala Seksi Operasi dan Siaga Basarnas Tanjungpinang, Eko Suprianto, Kamis (9/5/2019).

Pelaporan dijelaskan Eko dapat dilakukan dengan menghubungi nomor 0771 319300 atau 0813 72577184.

Di hari keempat pasca tenggelamnya pompong pengangkut TKI di Perairan Nongsa, Batam, pencarian terhadap tiga korban yang belum diketahui nasibnya masih dilakukan Tim Sar Gabungan terdiri dari Kantor SAR Tanjungpinang, Polair Polres Bintan, KPLP Tanjunguban dan masyarakat. 

Di hari keempat, pencarian yang dilakukan belum membuahkan hasil.

Sebagaimana diketahui, kapal pompong TKI dari Johor, Malaysia, tujuan Batam tenggelam di Perairan Nongsa, Batam, Minggu (5/5/2019) malam. Kapal tersebut membawa 10 orang tenaga kerja Indonesia (TKI).

Dari 10 TKI dalam pompong tersbut, enam orang diantaranya berhasil ditemukan selamat, seorang didapati meninggal dunia, dan tiga masih dalam pencarian. 

Korban meninggal dunia diketahui telah dibawa ke RSUD Tanjunguban. 

Dalam proses pencarian, Rabu (8/5/2019), Tim SAR melakukan pencarian di lokasi, dengan melaksanakan penyisiran di perairan sekitar lokasi tenggelamnya pompong. 

ÔÇťOperasi pencarian akan dilanjutkan besok pagi," ujar Eko. 
Adapun identitas korban selamat yaknni :

1. Zulhakimi Juni Saputra. (Lk), Banda Aceh (Aceh Besar)/ 10 Juni 1989.

2. Nasruddin (Lk) Pidie (Aceh)/07 Desember 1988, Wiraswasta, Desa Gampong Mesjid Aree Pidie (Aceh).

3. Fadlon Fahmi (Lk) Pidie (Aceh) / 19 April 1989, Islam, Swasta, da/Reubee Provinsi Aceh.

4. Hazrami (Lk) (Diduga Tekong) 31 tahun, Islam, Da/Lhoksumawe Provinsi Aceh.

5. Darmiaty (Pr) 29 tahun, Da/Lhoksumawe Provinsi Aceh.

6. Muhammad Sabri (Lk) Jambo Masi (Aceh Jaya) / 01 Juni 1988, Islam, Wiraswasta, Banda Aceh Provinsi Aceh.

Sedangkan korban meninggal dunia diketahui bernama Linda (Pr) 31 tahun, Islam, Da/Lhoksumawe Provinsi Aceh. 

Tiga orang diketahui hilang dan masih dalam pencarian. Ketiga korban diketahui seorang perempuan, seorang anak, dan seorang ABK pompong yang membawa TKI asal Malaysia tersebut.(Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua