AJI Tanjungpinang Desak Polda Kepri Tuntaskan Kasus Kekerasan Terhadap Jurnalis
03 Mei 2019
Aksi damai digelar AJI Tanjungpinang bersama Persma Kreatif FISIP Umrah, Jumat (3/5/2019) sore. Dalam aksi memperingati Hari Kebebasan Pers Dunia 2019 ini, AJI Kota Tanjungpinang mendesak Polda Kepri untuk segera menuntaskan kasus kekerasan teradap jurnalis saat melaksanakan peliputan di PN Tanjungpinang 4 tahun lalu. (Foto: IST/ Ismail/ AJI Tanjungpinang)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG – Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Tanjungpinang bersama Persma Kreatif Fisip Umrah menuntut Polda Kepri menuntaskan kasus kekerasan terhadap jurnalis saat melakukan peliputan di Pengadilan Negeri (PN) Kota Tanjungpinang empat tahun silam. 

Tuntutan disampaikan AJI Tanjungpinang dalam peringatan Hari Kebebasan Pers Dunia 2019 di Lapangan Pamedan, Jumat (3/5/2019). Aksi ini turut melibatkan Persma Kreatif Fisip Universitas Raja Ali Haji.

Ketua AJI Kota Tanjungpinang Jailani mengatakan, Polda Kepri diharapkan dapat segera menuntaskan kasus kekerasan terhadap sejumlah jurnalis saat sedang melakukan tugas pemiputan yang sudah cukup lama mengendap.

“Kita masih menunggu. Kalau tidak ada kepastian hukum, kita akan tetap kawal hingga ke tingkat nasional melalui AJI Indonesia sampai ada kepastian hukum yang kita harapkan,” tegas Jailani.

Selain menuntut penuntasan kasus kekerasan terhadap jurnalis di Kota Tanjungpinang, dalam aksi damai ini AJI Tanjungpinang juga mengajak seluruh insan pers di Kepulauan Riau (Kepri) untuk bersama-sama merawat kebebasan pers dan berekspresi.

“Kita sebagai jurnalis wajib mengkampanyekan kebebasan pers. Apalagi kekerasan terhadap jurnalis setiap tahun terus meningkat. Hal ini tentu wajib menjadi perhatian bersama,” sebutnya. 

Koordinator Bidang Advokasi AJI Kota Tanjungpinang Charles Sitompul menambahkan, AJI Kota Tanjungpinang akan terus mendesak Polda Kepri untuk menuntaskan kasus kekerasan terhadap jurnalis di Kota Tanjungpinang.

Sejak kasus dilaporkan kepada kepolisian, pelaku kekerasan terhadap jurnalis itu telah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Kepri.

"Tapi anehnya pelakunya masih tetap bebas berkeliaran," tegas Charles. 

Dia menegaskan AJI Kota Tanjungpinang akan terus mengawal kasus ini dengan mengirimkan surat kepada Polri, Kompolnas, dan Polda Kepri untuk menuntaskan kasus tersebut.

Usai menggelar aksi damai, AJI Kota Tanjungpinang menyerahkan pernyataan sikap terhadap kasus kekerasan terhadap jurnalis dimaksud kepada Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin Silalahi. 

Pernyataan sikap terdiri atas tiga poin. Yakni mempertanyakan tindak lanjut proses hukum terhadap penanganan terhadap pekerja jurnalis yang meliput di PN Tanjungpinang ; Mendesak Kapolri, Kapolda, dan Ditreskrimum Polda Kepri untuk segera menuntaskan proses hukum sesuai dengan mekanisme UU yang berlaku; dan  meminta Kapolri, Kapolda, dan penyidik Ditreskrimum Polda Kepri untuk menjelaskan secara terbuka dan transparan tindak lanjut proses hukum yang telah dilakukan dalam penanganan perkara kekerasan terhadap jurnalis di Kota Tanjungpinang sesuai dengan semboyan Polri yang independen, profesional, transparan, akuntabel dan humanis. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua