2.115 Siswa SD/MI se Tanjungpinang Ikuti Khatam Al Quran Masal
26 April 2019
Generasi Qurani - Sebanyak 2.115 siswa SD dan MI se Kota Tanjungpinang membaca Al Quran di Lapangan Pamedan, Tanjungpinang, Jumat (26/4/2019). Pembacaan ayat suci Al Quran ini dilaksanakan sempena khataman Al Quran masal diselenggarakan Dinas Pendidikan Tanjungpinang. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Sebanyak 2.115 siswa Sekolah Dasar dan Madrasah Ibtidaiyah se Kota Tanjungpiang mengikuti khatam Al Quran diselenggarakan Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, Jumat (26/4/2019).

Proses khataman Al Quran diawali dengan parade. Ribuan murid SD yang umumnya merupakan siswa kelas 6 SD/MI se Kota Tanjungpinang melakukan arak-arakan hingga akhirnya bersama-sama melantunkan ayat suci Al Quran. Setiap SD dan MI yang mengikuti khatam Al Quran ini membawa bunga manggar dan telur yang mejadi tradisi sebagai ungkapan rasa sukur telah diselesaikannya pembacaan 30 juz ayat Al Quran.

Sebanyak 2.115 siswa SD/MI itu terdiri dari 601 siswa dari 19 SD/MI di Kecamatan Bukit Bestari, 196 siswa dari 9 SD/MI di Kecamatan Tanjungpinang Kota, 955 siswa dari 21 SD/MI se Kecamatan Tanjungpinang Timur, dan 367 SD/MI se Kecamatan Tanjungpinang Barat.

Khatam Al Quran masal ini dihadiri Wali Kota dan Wakil Wali Kota Tanjungpinang, Kepala Dinas Pendidikan, sejumlah Kepala OPD serta FKPD Tanjungpinang.

Dalam sambutannya, Wali Kota Tanjungpinang, Syahrul berharap generasi Tanjungpinang tetap mengedepankan agama, dalam hal ini Al Quran sebagai dasar pegangan hidup.

Syahrul menharapkan anak-anak di Tanjungpinang menjadi generasi Qurani yang memiliki ahlak yang baik.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tanjungpinang, HZ Dadang AG menyebut kegiatan tersebut merupakan pelaksanaan Khataman Al Quran terbesar di Tanjungpinang mengingat sebelumnya hanya dilaksanakan di masing-masing sekolah.

Menurut Dadang, Khataman Qur'an ini adalah implementasi dari program siswa Tanjungpinang, yaitu wajib mengaji (Wangi) yang tiga tahun lalu telah dideklarasikan. Setiap harinya anak-anak ini di sekolah sebelum mememulai pelajaran mereka wajib mengaji.

Dadang berharap program wajib mengaji ini menjadikan anak-anak tidak hanya pintar, cerdas dan terampil, tetapi anak berahlak mulia dan berkarakter. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua