Bawaslu Perketat Pengawasan Pelaksanaan PSU di 5 TPS Tanjungpinang
22 April 2019
Pemungutan suara di salah satu TPS di Kelurahan PInang Kencana 17 April 2019 lalu. Bawaslu Tanjungpinang akan memperketat pengawasan di 5 TPS di Tanjungpinang yang akan melaksanakan PSU karena dinilai rentan terjadi praktik politik uang. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Tanjungpinang akan memperketat proses pengawasan pelaksanaan pemungutan suara ulang (PSU) di 5 TPS di Tanjungpinang karena dianggap rawan terjadinya praktik politik uang.

Ketua Bawaslu Kota Tanjungpinang Muhamad Zaini, Senin (22/4/2019) menejlaskan, PSU berpotensi terjadinya dugaan money politik karena oknum tertentu akan mempengaruhi warga untuk memilih caleg tertentu dengan segala macam cara.

"Maka Bawaslu akan kerahkan semua jajaran Pengawas TPS, Panwaslu Kelurahan, Panwaslu Kecamatan, serta sinergi dengan Sentra Gakkumdu, Pemantau Pemilu, Gerakan Pramuka, Relawan dan warga untuk mencegah, melawan dan melaporkan adanya praktik money politic", tegas Zaini.

Terhadap oknum yang terbukti melakukan kejahatan politik uang, Zaini menegaskan yang bersangkutan dapat terancam sanksi 3 tahun penjara dan denda Rp36 juta sebagaimana diatur dalam Pasal 523 Ayat 3 Undang-Undang No.7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

"Bawaslu mengajak semua warga untuk mengawal dan menjaga pemilu yang bersih, bermartabat dengan menolak, melawan dan melaporkan segala bentuk praktik money politic", imbau Zaini yang juga Koordinator Divisi Pencegahan, Humas dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Tanjungpinang ini.

Sebagaimana diketahui, KPU Kota Tanjungpinang mengumumkan akan melaksanakan PSU di 5 TPS di Tanjungpinang. Yakni TPS 14 Kelurahan Pinang Kencana Tanjungpinang Timur, TPS 14, 17, 31 dan 32 Kelurahan Tanjung Ayun Sakti Bukit Bestari. 

Terjadinya PSU karena adanya pemilih yang bukan pemilih DPTB dan tidak memiliki form A5 pindah pilih, yang ikut mencoblos di TPS tersebut. Sesuai PKPU No.9 Tahun 2019 Pasal 65 Ayat 2 Huruf d, maka harus dilakukan PSU.

"Hasil investigasi lapangan Bawaslu Kota Tanjungpinang terhadap semua TPS tersebut, terdapat pemilih ber-KTP luar Kota Tanjungpinang, bahkan dari luar Kepri yang tidak membawa form A5," ungkap Zaini.

Dia menambahkan, Bawaslu Kota Tanjungpinang akan melakukan pengawasan intensif terhadap ketersediaan seluruh logistik yang dibutuhkan yang harus dilengkapi oleh KPU Kota Tanjungpinang, agar semua proses berlangsung secara baik dan lancar. (Andri)





Berita Terkait
Lihat Semua