Tukang Ojek Dilaporkan Cabuli Bocah SD Langganannya
03 April 2019
Ilustrasi. (Foto: Andri Mediansyah)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Seorang siswi SD di Tanjungpinang diduga menjadi korban pencabulan oleh tukang ojek langganannya. Tukang ojek ini dilaporkan berbuat tidak senonoh kepada korban setelah menjemputnya dari sekolah.

Kini, kasus dugaan pencabulan anak di bawah umur ini ditangani Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Tanjungpinang. Sejumlah saksi tengah dimintai keterangannya oleh penyidik sejak Rabu (3/4/2019) pagi.

Kepala Unit PPA Satreskrim Polres Tanjungpinang, Ipda Asad yang dikonfirmasi menyatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan lebih lanjut kasus tersebut. 

Sejauh ini penyidik dia katakan masih menunggu hasil visum.

"Setelah pemeriksaan dan alat bukti sudah cukup (termasuk hasil visum), baru bisa melakukan tindakan selanjutnya," ujar Asad.

Sejauh ini penyidik belum memintai keterangan tukang ojek yang dikataan sebagai terduga pencabulan.

Terpisah, Lalu Ahmad Rodian, Petugas Pendamping Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kepri, menyatakan jika sebelum dilaporkan kepada polisi, pihak keluarga korban terlebih dahulu membuat pengaduan kepada pihaknya.

Lalu yang dihubungi Rabu (3/4/2019) sore mengatakan, dugaan pencabulan terjadi Senin 18 Maret 2019 lalu. Korban yang dia sebut berusia sekitar 8 tahun diajak terduga ke sebuah tempat di kawasan Suka Berenang.

"Pulang sekolah. Pihak keluarga bingung karena korban tidak pulang. Waktu dihubungi, terduga mengaku mengajak korban ke rumah nenek korban. Tapi waktu dicek, ternyata korban tidak ada di rumah neneknya," papar Lalu.

Hal inilah yang mendasari kecurigaan keluarga korban. 

Lalu tidak menyebut rinci seperti apa tindakan pencabulan dimaksud. Namun informasi diperoleh, terduga memasukkan jari ke organ vital korban.

Langganan Sejak TK

Menurut Lalu, terduga dan keluarga korban sudah cukup saling kenal. Sudah 2 tahun lebih terduga menjadi langganan mengantar jemput korban. Persisnya sejak korban masih sekolah di taman kanak-kanak (TK).

"Keluarga korban sudah sangat percaya," kata Lalu.

Sejak korban dibawa seharian oleh terduga, pihak keluarga curiga. Sang anak akhirnya memberikan penjelasan yang mengejutkan.

"Kabarnya sudah sering," terang lalu lagi.

Selain keterangan korban, hal mencurigakan lainnya datang dari penjelasan guru tempat korban bersekolah. Sang guru bingung karena terduga diketahui sering membelikan jajanan.

"Intinya kami telah memberikan pendampingan psikologis kepada si anak sebelum menyarankan melaporkan hal tersebut kepada polisi," sebut Lalu. (Andri) 




Berita Terkait
Lihat Semua