Kasus Penjualan Pelat Baja Dompak, Saksi Menyebut Andi Cori Dkk Menjual Atas Izin Kepri I
03 April 2019
Suasana sidang lanjutan kasus penjualan pelat baja Jembatan I Dompak di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (2/4/2019) sore. Dalam persidangan, salah seorang saksi menerangkan jika Andi Cori Patahudin Dkk mengambil pelat baja atas izin Kepri I. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Seorang saksi persidangan penjualan plat baja milik pemerintah di Tanjung Duku, Jembatan I, Pulau Dompak memberikan kesaksikan jika Andi Cori Patahudin dan rekannya mengaku pengambilan plat baja itu berdasarkan izin diberikan Kepri 1 yang tidak lain adalah Gubernur Kepri Nurdin Basirun.

Setelah sidang perdana digelar Rabu (27/3/2019) lalu, Persidangan kembali digelar di Pengadilan Negeri Tanjungpinang, Selasa (2/4/2019) sore, menghadirkan sejumlah saksi, yakni Kasi Perencanaan Bidang Sumber Daya Alam (SDA) PU Provinsi Kepri Rodi Antari, Kadis PU Pemprov Kepri Abu Bakar, Mantan Kadis PU Kepri yang kini menjabat Staf Ahli Gubernur Kepri Heru Sukmoro serta Emi Aziz dan Evi yang merupakan Staf Dinas PU Pemprov Kepri.  

Dalam kesaksiannya, Kasi Rodi Antari mengaku mengetahui proses pengambilan pelat baja.

"Informasi kehilangan saya tau dari teman sekantor. Tapi awalnya tidak disebut berapa yag hilang," kata Rodi di persidangan.

4 Juni 2018 malam, dia melihat sebuah crane keluar lokasi dan bertemu  oleh Andi Cori Patahudin bersama empat orang lainnya: Iip, Syaiful, Julyanta, dan Sarbudin. 

"Kemudian saya tanya apakah benar kalian yang mengambil. Mereka menjawab mendapat izin dari Kepri I Nurdin Basirun," ungkap Rodi.

Rodi kemudian meminta bukti tertulis, namun hanya ditunjukkan sebuah foto Gubernur Nurdin Basirun  saat peninjauan rencana pembangunan pusat wisata kuliner di Jembatan Dompak. 

Karena tidak bisa menunjukkan, Rodi meminta pengambilan pelat baja dihentikan.

"Pelat baja ini sudah dibayar dan ini milik dinas PU Kepri," kata Rodi menirukan ucapannya saat itu.

Rodi kemudian memerintahkan stafnya Emi Aziz dan Evi untuk melakukan pengecekan. Dari 166 keping, yang tersisa sebanyak 123 keping.

"Selanjutnya kami buat berita acara. Cuma itu saja yang kami tau," jelas Emi Aziz dan Evi saat ditanya Hakim. 

Terkait ini, Kadis PU Pemprov Kepri Abu Bakar membenarkan jika Rodi telah melaporkan hal tersebut kepada dirinya selaku atasan. Dalam kesaksiannya Abu Bakar menjelaskan, jika kemudian pihaknya segera mengamankan sisa plat baja di Satpol PP Kepri dan kemudian berkoordinasi dengan Inspektorat dan BPK.

Hakim mempertanyakan kenapa permasalahan ini baru dilaporkan Agustus 2018. Soal ini, Abu Bakar menyatakan harus menunggu hasil koordinasi dan evaluasi inspektorat dan memerlukan perhitungan rinci atas jumlah pelat baja.

Terkait alasan tersebut,  Ketua Majelis Hakim, Eduard P Sihaloho yang didampingi Corpioner, dan Ramauli Purba menilai keterangan Rodi, Abu Bakar, dan Heru Sukmoro masih diperlukan. Ketiganya diwajibkan kembali hadir pada persidangan pekan depan. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua