Kejari Tanjungpinang Putuskan Dokter Tersangka Penganiaya Bidan Tetap Tahanan Kota
02 April 2019
Dokter Yusrizal (kiri) setibanya di Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Selasa (2/4/2019) siang. Kejari Tanjungpinang menetapkan Yusrizal sebagai tanahanan kota setelah penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang melimpahkan berkas perkara tahap kedua ke Kejari Tanjungpinang. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang, Selasa (2/4/2019) siang, melimpahkan berkas perkara tahap dua dugaan penganiayaan dengan tersangka dr Yusrizal SPOG kepada Kejaksaan Negeri Tanjungpinang. Sama seperti dalam proses penyidikan di kepolisian, Kejaksaan Negeri Tanjungpinang menetapkan dokter RSUP Raja Ahmad Thabib ini sebagai tahanan kota.

Yusrizal didampingi kuasa hukumnya Andi Muhammad Asrul keluar dan langsung meninggalkan Kejari Tanjungpinang setelah sekitar hampir dua jam di ruang pidana umum Kejari Tanjungpinang.

Yusrizal enggan melayani awak media yang hendak mewawancarai. Keterangan akan disampaikan terpisah oleh penasihat hukumnya.

"Nanti saya akan memberikan keterangan pers. Nanti kami undang," kata Asrul mendampingi Yusrizal meninggalkan Kejari Tanjungpinang. 

Sebagaimana disampaikan Kasi Intel Kejari Tanjungpinang Rizky Rahmatullah, ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan Yusrizal tidak ditahan. Diantaranya adalah melanjutkan sebagaimana proses penyidikan di kepolisian, dan adanya jaminan dari pihak keluarga (orang tua dan istri), serta adanya permohonan dari Yusrizal serta kuasa hukum.

"Ada juga permohonan dari Wakil Direktur RSUP Raja Ahmad Thabib yang memohon agar saudara Ys tidak ditahan karena menganggap RSUP sangat membutuhkan keahlian tersangka," jelas Rizky.

Dijerat Dua Pasal

Dalam berkas penyidikan, jelas Rizky, dr Yusrizal SPOG dijerat dengan pasal 351 ayat 1 KUHP mengenai penganiayaan biasa dan pasal 360 ayat 1 KHUP karena adanya kelalaian disangkakan kepada Yusrizal.

"Kelalaian dalam artian ada seuatu yang harus dilakukan namun tidak dilakukan tersangka terkait profesinya sebagai dokter," terang Rizky.

Dalam pelimpahan tahap dua berkas perkara ini, Kejari Tanjungpinang telah menunjuk Jaksa Penuntut Umum terdiri dari Amriansyah, Zaldi Akri dan Mona Amalia.

Kejari Tanjungpinang menargetkan dua minggu kedepan berkas perkara akan dilimpahkan ke Pengadilan Negeri Tanjungpinang untuk disidangkan.

"Intinya kasus ini akan segera kami lanjutkan kepada penuntutan di Pengadilan Negeri Tanjungpinang," tegas Rizky.

Terkait waktu pelimpahan tahap dua dari kepolisian ke kejaksaan yang terbilang relatif lama, Rizky menyatakan memang pihaknya memberikan tenggat waktu kepada kepolisian untuk melengkapi alat bukti yang dapat menjerat dr Yusrizal di pengadilan.

"Itu demi kepentingan pembuktian. Jangan sampai perkara dinyatakan lengkap, kemudian dilimpahkan ke pengadilan, tetapi tidak bisa dibuktikan," ungkap Rizky lagi.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya, penganiayaan disangkakan kepada Yusriz berlangsung Kamis 18 Oktober 2018 pagi. Di kediamannya, Yusrizal menyuntikkan cairan mengakibatkan DD pingsan. 

Dalam keadaan tidak sadarkan diri, DD yang merupakan bidan sekaligus mitra kerja Yusrizal di Klinik Al Rasha di Jalan Hang Lekir Kilometer 10 Kota Tanjungpinang, disuntik berulang-ulang. 

Dari hasil visum, ada 50 suntikan bersarang di tubuh DD, menyebabkannya dirinya sulit berjalan dan trauma dalam beberapa hari. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua