Setelah 5 Bulan Disidik Polisi, Berkas Perkara Tahap 2 Penganiayaan Dokter Yusrizal Diserahkan Ke Kejaksaan
02 April 2019
Yusrizal (kiri), didampingi kuasa hukumnya Andi Muhammad Asrun memasuki Kejaksaan Negeri Tanjungpinang, Selasa (2/4/2019) sekitar pukul 10.40 WIB. Berkas perkara tahap II berikut Yusrizal dilimpahkan Sat Reskrim Polres Tanjungpinang kepada Kejari Tanjungpinang. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Setelah 5 bulan proses penyidikan di kepolisian, Yusrizal, dokter spesialis kandungan yang terjerat kasus penganiayaan terhadap seorang bidan, kini memasuki babak baru. 

Selasa (2/4/2019) sekitar pukul 10.40, Penyidik Sat Reskrim Polres Tanjungpinang melimpah berkas perkara tahap dua ke Kejaksaan Negeri Tanjungpinang. 

Didampingi kuasa hukumnya Andi Muhammad Asrun, Yusrizal yang mengenakan kemeja ungu lengan panjang dipadu celana hitam, segera masuk ke ruang Seksi Pidana Umum Kejaksaan Negeri Tanjungpinang di Jalan Basuki Rahmat. 

"Nanti saya yang akan memberikan konferensi pers," ujar Andi Muhammad Asrun sembari masuk ke ruang penyidik Kejari. 

Hingga berita diunggah, Yusrizal didampingi kuasa hukumnya masih menjalani pemeriksaan. 

Penganiayaan disangkakan kepada Yusriz berlangsung Kamis 18 Oktober 2018 pagi. Di kediamannya, Yusrizal menyuntikkan cairan mengakibatkan DD pingsan. 

Dalam keadaan tidak sadarkan diri, DD yang merupakan bidan sekaligus mitra kerja Yusrizal di Klinik Al Rasha di Jalan Hang Lekir Kilometer 10 Kota Tanjungpinang, disuntik berulang-ulang. 

Dari hasil visum, ada 50 suntikan bersarang di tubuh DD, menyebabkannya sulit berjalan dan trauma dalam beberapa hari. (Andri




Berita Terkait
Lihat Semua