Ancam Tempuh Jalur Hukum, Pengusaha Perumahan Tuntut Caleg Nasdem Kembalikan Uang Rp500 Juta
01 April 2019
Ilustrasi. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Johan Lee Fortune, seorang pengusaha perumahan mengancam akan menuntut pengacara sekaligus Caleg Partai Nasdem Dapil 3 Bintan, Iwan Kurniawan ke jalur hukum jika tidak mengembalikan uang miliknya sebesar Rp500 juta.

Ancaman itu disampaikan Johan kepada sejumlah wartawan di Mapolres Tanjungpinang, Senin (1/4/2019) sore. Menurut pemilik PT Meta Bahvana Abadi ini, uang tersebut merupakan modal investasi rumah subsidi yang awalnya akan dikerjasamakan dengan Iwan Kurniawan pada Agustus 2018 lalu.

Waktu itu, terang Johan, dirinya dan Iwan akan membangun rumah subsidi di Rumah Rantau, Tobong Bata, Batu 9, Tanjungpinang Timur. Atas kerjasama ini Johan menyerahkan Rp500 juta kepada Iwan sebagai modal.

Namun, kata dia, rencana tidak berjalan lancar. Setelah dilaksanakan pemotongan lahan (cut and fill), pembangunan ternyata tidak bisa dilakukan karena ternyata lahan tersebut masih milik orang lain. 

"Dia meminta Rp500 juta karena menghitung kompensasi terhadap pemotongan tanah, gaji pekerja, dan lainya. Mau bangun rumah subsidi, perjanjiannya ada bagi hasil. Lahan itu tidak seutuhnya punya dia, yang punya tanah ada, tapi tidak beres diurus," papar Johan, 

Atas tidak berjalannya kerjasama yang dijanjikan itu Johan menuntut uangnya kembali.  Dia memberikan tenggat waktu sepekan kepada Iwan untuk segera membayar. Dalam kesepakatan yang mereka tuangkan dalam perjanjian yang ditandatangani kedua belah pihak itu, Johan  akan melanjutkan perkara itu ke proses hukum berlaku. 

"Sebelumnya sudah dibahas dua pekan lalu. Katanya hari ini mau dibayar, tapi belum ada hasil. Saya kasih waktu, kalau tak dibayar lanjut ke jalur hukum," ujar Johan. 

Sementara itu, Iwan mengaku akan secepat mungkin menyelesaikan permasalahan tersebut. Dia menegaskan, memliki itikad untuk menyelesaikannya. 

Menurut Iwan, permasalahan lahan sebagaimaan dipaparkan Johan tersebut merupakan lahan mereka yang harus didudukkan bersama pihak lain untuk menyelesaikan persoalan tersebut. 

"Biasalah di dalam bisnis terjadi masalah. Terpenting saya ada itikad baik untuk menyelesaikan persoalannya. Saya usahakan secepatnya kembalikan uangnya. Ini tidak ada urusan caleg, murni urusan bisnis," kata Iwan sambil meninggalkan Polres Tanjungpinang. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua