Maling Celengan Pedagang Santan Didor
30 Maret 2019
Petugas Unit Reskrim Polsek Tanjungpinang Kota menggelandang Rachmang, tersangka pencuri celengan milik pedagang santan di Jalan Gambir. Rachmat terpaksa didorong menggunakan kursi roda karena polisi menghadiahinya timah panas karena berusaha melawan saat akan ditangkap di Tanjunguma, Batam, Jumat (29/3/2019) malam. (Foto: IST)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Petugas Kepolisian terpaksa melepaskan timah panas ke kaki kiri Rahman alias Rahmang (38), tersangka pencuri celengan berisi Rp21,5 juta milik pedagang santan di Jalan Gambir, Tanjungpinang, Minggu (17/3/2019) lalu.

Saat ditangkap di Tanjunguma, Batam, JUmat (29/3/2019) malam, Warga Tembeling, Bintan ini berupaya melawan petugas dan berusaha kabur saat akan ditangkap Petugas Polsek Tanjungpinang Kota bersama Anggota Satreskrim Polresta Barelang.

"Itu (penembakan) terhadap tersangka sudah sesuai prosedur karena membahayakan petugas," ujar Kepala Polsek Tanjungpinang Kota, AKP Reza Anugrah, saat memberikan keterangan pers di kantornya, Sabtu (30/3/2019) siang.

Dengan kondisi kaki ditembus timah panas, Sabtu siang, Rahmang digelandang dari Batam menuju Mapolsek Tanjungpinang Kota.

AKP Reza menjelaskan, aksi pencurian dilakukan tersangka terungkap ketika korban Abdul Rochman (35) hendak membuka kiosnya, Minggu (17/3/2019) sekitar pukul 03.20 WIB.

Saat itu dia terkejut. Pintu bagian bawah kios jebol, kantong plastik berserak di lantai kios. Korban lebih terkejut lagi saat melihat 3 pelampung putih yang dia selipkan di bawah meja depan pintu kios dalam keadaan rusak. 

Pelampung itu difungsikan korban sebagai celengan. Setelah memeriksa, tidak satu sen pun uang yang tersisa. Kesimpulannya, Abdul Rochman kemalingan. Uang Rp21,5 juta dalam celengan pelampung itu telah raib.

Hari itu juga korban melapor ke Polsek Tanjungpinag Kota. Atas laporan itu polisi kemudian melakukan peneyelidikan. Tersangka diketahui berada di Batam. Tanpa membuang waktu, Tim Busuer Polsek Tanjungpinang dibantu Petugas Sat Reskrim Polresta Barelang langsung memburu dan menangkap Rahmang.

"Pelaku dijerat dengan pasal 363 Ayat 5 KUHP dengan ancaman pidana 9 tahun penjara," kata AKP Reza. (Andri)




Berita Terkait
Lihat Semua