Warga Disarankan Deteksi Dini, Penderita Kanker Payudara di Kepri Meningkat
29 Maret 2019
Dr Dyah menunjukkan peralatan pengobatan kanker di RSUD Raja Ahmad Thabib Tanjungpinang, Kamis (28/3/2019). (Foto:IST)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Penderita kanker Payudara di Provinsi Kepri mengalami peningkatan, terlihat dari data di empat rumah sakit terbesar di Provinsi ini. 

Dokter Patologi dan Anatomi Rumah Sakit Umum Provinsi Kepri Raja Ahmad Thabib, Dr Diah Marianingrum MKes, SPPA di Tanjungpinang, Kamis (28/3/2019) mengungkapkan, jumlah penderita kanker payudara di Kepri tahun 2017 mencapai 550 penderita, terbagi 350 penderita kanker payudara jinak dan 200 pasien kanker payudara ganas. 

Data penderita ini disebut Dyah diambil dari empat rumah sakit besar di Kepri, yakni RSUD Raja Ahmad Thabib, RSUD Embung Fatimah, RS Awal Bross Batam dan RS Cmatha Sahidya Batam.

Menurut Dyah, dari data yang ada, penderita tidak hanya didominasi kaum hawa, tetapi beberapa diantaranya juga diidap oleh pria, mulai usia 11 hingga 85 tahun. 

Ditinjau dari usia, kanker payudara kategori ganas umumnya diidap mereka yang berusia antara 40-55 tahun, sedangkan kategori jinak didominasi usia 20-35 tahun. 

"Rata-rata mereka terlambat mengetahui penyakitnya sehingga terdeteksi setelah sel kanker berkembang di stadium tinggi," ungkap Dyah. 

Dia berharap masyarakat lebih peduli terhadap bahaya kanker dengan melakukan upaya preventif, yakni dengan melakukan deteksi dini. 

"Deteksi dini dapat mempercepat penanganan dan pengobatan bagi pasien untuk dapat sembuh dari penyakit kanker," terang Dyah.

Warga dia katakan dapat memanfaatkan  Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk melakukan pemeriksaan secara gratis. Dyah mendorong masyarakat,  khususnya di Kepri untuk tidak takut dan sungkan  melakukan pengecekan berkala ke rumah sakit atau puskesmas supaya kanker dapat cepat terdeteksi dan mendapat pengobatan yang tepat pula. 

Selain itu, lanjutnya, deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan memeriksa benjolan di sekitar bagian bawah dada atau payudara. 

"Biasanya benjolan ini tidak terasa sakit ataupun nyeri. Sehingga perlu waspada terhadap adanya benjolan penyebab kanker payudara ini," terang Dyah. 

Kanker payudara dapat disebabkan faktor genetik, pola hidup tidak sehat, kurang bergerak dan makan dan minum tidak sehat atau mengandung formalin. (Andri





Berita Terkait
Lihat Semua