Polisi Tangkap Pelaku Pengirim Narkoba Lewat Jasa Lion Parcel
28 Maret 2019
Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi (tengah), Kepala BC Tanjungpinang Sodikin (kanan) dan Kasat Narkoba Polres Tanjungpinang AKP Dwi Rahmadhanto menunjukkan barang bukti sabu-sabu yang akan dikirimkan melalui jasa ekspedisi Lion Parcel melalui Bandara RHF Tanjungpinang, Kamis (28/3/2019). (Foto: Indra)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Setelah melakukan penyelidikan, Jajaran Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Tanjungpinang, Kepulauan Riau menangkap pelaku pengirim narkotika jenis sabu-sabu yang akan dikirimkan melalui jasa Ekspedisi Lion Parcel.

Ketiga tersangka yakni Novi Susanto (39) berperan sebagai penerima, Firman (30) berperan sebagai pengirim barang, dan Sulaiman (37) yang bertugas membungkus sabu-sabu. 

Ketiganya ditangkap di tempat terpisah. Tersangka Novi ditangkap di Surabaya, Kamis 13 Maret 2019 berikut barang bukti berupa 1.058 butir pil ekstasi dan 13 gram sabu-sabu, Firman diamankan di Bandung pada 23 Maret 2019, dan Sulaiman diamankan di Batam Center, Batam pada 25 Maret 2019.

"Penangkapan para tersangka tidak terlepas dari bantuan Polda Kepri dan Polda Jawa Barat," ungkap Kapolres Tanjungpinang, Ucok Lasdin Silalahi saat konfrensi pers di Mapolres Tanjungpinang, Kamis (28/3/2019).

Ucok memaparkan, ditangkapnya ketiga pelaku merupakan hasil pengembangan diamankannya 5,084 kg sabu-sabu oleh Bea Cukai dan petugas Avsec Bandara RHF Tanjungpinang, 9 Maret 2019 lalu.

Sabu-sabu itu berada di dalam sebuah tas di Kargo Bandara RHF dan akan dikirimkan ke Surabaya dan Makasar.

"Barang-barang ini diketahui jaringan narkotika yang dikendalikan Malasysia," terang Ucok. 

Selain sabu dan pil ekstasi, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lainnya, seperti satu unit alat mesin press listrik, 5 unit handphone, dua timbangan digital, alat hisap bong, 17 tas perempuan, satu gulungan plastik yang digunakan mengemas sabu-sabu, serta sejumlah barang bukti lain.

Saat ini ketiga tersangka telah ditahan di sel Mapolres Tanjungpinang guna pemeriksaan lebih lanjut. Ketiganya dijerat Pasal 14 ayat 2 Jo Pasal 112 ayat 2 Jo Pasal 132 ayat 1 UU RI No 35/2009 tentang narkotika, terancam hukuman mati atau minimal 6 tahun penjara.

Dalam kesempatan ini, Kepala Bea Cukai Tanjungpinang Sodikin menambahkan, narkoba tersebut pihaknya amankan beberapa saat sebelum dimuat ke dalam pesawat. (Indra)




Berita Terkait
Lihat Semua