Polres Tanjungpinang Selidiki Pembakaran Lahan, Jika Terbukti Pelaku Terancam Kurungan 12 Tahun
25 Maret 2019
Petugas pemadam kebakaran Kota Tanjungpinang tengah berupaya memadamkan api yang membakar lahan belum lama ini. Kapolres Tanjungpinang AKBP Ucok Lasdin menegaskan pihaknya tengah menyelidiki kebakaran lahan yang terjadi di Tanjungpinang. (Foto: IST)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Terkait kebakaran lahan yang terjadi, Kapolres Tanjungpinang, AKBP Ucok Lasdin Silalahi menyebut jika pihaknya tengah menyelidiki penyebab kebakaran di sejumlah wilayah yang memiliki unsur kesengajaan. 

"Perlu kami tegaskan bahwa pembakaran lahan yang disengaja. Membakar lahan dan hutan saja bisa kena. Apalagi menimbulkan kerugian terhadap masyarakat, memiliki konsekuensi hukum. Ini diatur dalam undang-undang yang melarang membakar hutan dan lahan," tegas Ucok usai dilaksakannya Salat Istisqo di halaman Mapolres Tanjungpinang, Senin (25/3/2019).

Undang-undang dimaksud Kapolres adalah UU Nomor 39 Tahun 2014 tentang Perkebunan. Dalam pasal 108 undang-undang ini, para pelaku pembakaran lahan dan hutan terancam hukuman  penjara 12 tahun dan denda Rp 10 miliar.

Terkait penyelidikan kebakaran lahan, lanjut Ucok, pihaknya telah memintai keterangan sejumlah saksi. Mulai dari warga yang bertempat tinggal tak jauh dari lokasi kebakaran, hingga warga yang melaporkan kebakaran lahan. 

"Pemeriksaan baru sebatas saksi. Belum ada tersangka," jelas Ucok. 

"Kami sudah menyampaikan imbauan kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran lahan. Ini sebagai langkah pencegahan," ujarnya lagi. 

Ucok juga meminta warga untuk tidak melakukan pembakaran sampah yang bisa berpotensi menyebabkan kebakaran. (Andri




Berita Terkait
Lihat Semua