Pemusnahan Kapal Pencuri Ikan Tidak Membuat Jera Nelayan Asing Mencuri Ikan di Kepulauan Riau
24 Maret 2019
Panglima Komandi Armada I RI, Laksamana Muda Yudo Margono. (Foto: Andri)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Pemusnahan kapal nelayan asing, baik dengan cara peledakan maupun penenggelaman ternyata tidak membuat jera nelayan asing untuk tetap mencuri ikan di perairan Indonesia khususnya Kepulauan Riau.

Panglima Komando Armada I RI, Laksamana Muda Yudo Margono menjelaskan, pengamatan satelit maupun informasi intelijen yang pihaknya terima menunjukkan masih banyaknya kapal nelayan asing yang melakukan upaya pencurian ikan.

"Umumnya kapal nelayan Vietnam, bukan Thailand. Kapal vietnam ini tahu masuk wilayah Indonesia. Mungkin di daerah kita banyak ikannya, maka mereka tidak kapok, dengan curi-curi," ungkap Pangkoarmada I saat memberikan keterangan pers di Mako Lantamal IV Tanjungpinang, Sabtu (23/3/2019).

Pangokoarmada I juga menyebut pihaknya juga telah melayangkan protes terhadap pengawalan oleh Coast Guard dan Kapal Pengawas Perikanan (Vietnam Fisheries Resources Surveillance/VFRS) yang kerap menghalang-halangi upaya penangkapan dilakukan pihaknya.

Protes disebut Yudo dilakukan melakui Bakamla maupun Kementrian Luar Negeri.

"Sudah melakukan upaya diplomasi, baik melalui Bakamla maupun Kementrian Luar Negeri. Sejak melakukan penangkapan ini, kita telah melakukan protes dengan adanya kapal pemerintah mereka yang melakukan pengawalan. Kita laporkan telah melakukan pelanggaran wilayah," ungkapnya.

Coast Guard maupun VFRS disebut Yudo kerap memprovolasi dengan melaukan manuver yang membahayakan KRI. Melalui komunikasi mereka juga minta supaya kapal nelayan Vietnam yang melakukan pelanggaran supaya tidak ditangkap. 

"Itu wajarlah karena itu memang kapalnya mereka dan menghalang-halangi supaya tidak ditangkap. Namun kita tidak gentar. Ketika melakukan tindakan ilegal di tempat kita, maka akan kita tangkap dan diproses sesuai ketentuan hukum berlaku di Indonesia," papar Pangkoarmada I.

Untuk diketahui, sepanjang Januari hingga Februari 2019, Jajaran Koarmada I telah mengamankan sebanyak 13 kapal asing (satu diantaranya kapal bertugas mentransfer minyak untuk nelayan) yang melakukan pencurian ikan. Belum lama ini, sebanyak 3 kapal nelayan Vietnam berhasil ditangkap saat melakukan pencurian ikan di sekitar perairan Natuna Utara. (Andri) 




Berita Terkait
Lihat Semua