Kebakaran Lahan di Pulau Bintan Mulai Picu Kabut Asap
24 Maret 2019
Petugas Pemadam Kebakaran Kota Tanjungpinang berupaya memadamkan api yang menbakar lahan. Meningkatnya intensitas kebakaran lahan di Pulau Bintan mulai menimbulkan kabut asap. (Foto: IST)
INILAHKEPRI, TANJUNGPINANG - Kebakaran lahan, apakah karena disengaja atau disebabkan adanya gesekan hawa panas, yang terjadi di Pulau Bintan mulai menimbulkan kabut asap.

Dalam beberapa hari terakhir, kabut asap terlihat memenuhi udara Tanjungpinang dan sekitar. Kabut terasa semakin menebal ketika mendekati sore hari.

Di Tangpinang yang merupakan Ibukota Provinsi Kepulauan Riau, kepulan asap nyaris terjadi setiap hari. Kepulan asap berasal dari pembakaran yang diduga disengaja dilakkuan warga untuk membuka lahan, maupun kebakaran yang terjadi di lahan kosong.

Data Satpol PP dan Penanggulangan Kebakaran Tanjungpinang, sepanjang Januari higngga ebruari 2019 saja, di Tanjungpinang terjadi sebanyak 59 kali kasus kebakaran lahan yang menghanguskan 87,05 hektar. Kebakaran lahan terbanyak berlangsung di Kecamatan Tanjungpinang Timur.

 
Kepala Bidang Penanggulangan Kebakaran Satpol PP dan Penanggulangan Kebakaran Tanjungpinang, Nanang Hery Kuswanto membenarkan jika kebakaran lahan nyaris berlangsung setiap hari. 

Pihaknya dia sebut harus kerja ekstra memadamkan api.

"Kami juga harus memperhatikan tingkat kerawanan. Apalagi pemadaman dilaksanakan saat malam hari," kata Nanang, Sabtu (23/3/2019).

Sejauh ini, Nanang belum  bisa memastikan kebakaran lahan yang terjadi disebabkan kesengajaan atau ada penyebab lain.

"Gesekan udara panas bisa memunculkan percikan api sehingga menyebab kebakaran. Kebakaran juga bisa disebabkan kelalaian warga membakar sampah yangditinggalkan sehingga percikan api ditiup angin kemudian terbang ke semak belukar. Tapi kami juga mensinyalir adanya kesengajaan warga melakukan pembakaran untuk membuka lahan," terangnya.

Terkait ini, Satpol PP dan Penanggulangan Kebakaran Tanjungpinang telah mengeluarkan imbaun guna mengantisipasi terjadinya kebakaran. Imbauan dikeluarkan 12 Februari 2019 itu ditujukan kepada seluruh Camat dan Lurah di Tanjungpinang.

Selain itu, pihaknya juga dikatakan Nanang telah  berkoordinasi dengan kepolisian untuk melakukan pembinaan.

"Secara khusus kami berkoordinasi dengan Polres Tanjungpinang untuk melakukan pembinaan supaya warga tidak sengaja melakukan pembakaran yang dikhawatirkan meluas," sebutnya.

Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika Tanjungpinang memprediksi jika musim panas di Kepulauan Riau masih akan berlanjut hingga akhir April 2019 mendatang.

BMKG memprediksi akan terjadi hujan dalam sepekan terakhir. Tapi hujan masih bersifat lokal dengan intesitas rendah. (Indra G/ Andri) 





Berita Terkait
Lihat Semua